Semarak PKKMB Kampus UNY

 LAPORAN UTAMA

Semarak PKKMB Kampus UNY

 

Rony K. Pratama

 

“GOR UNY menjadi saksi bisu ribuan mahasiswa berjas biru itu. Mereka dibedakan atas program studi, namun di sana nyawiji. Dari Karangmalang, cendekiawan muda ini siap mengukir prestasi.”

 

Yel-yel tiap fakultas dilagukan, saling bersahutan, sampai membikin gema di Gedung Olahraga (GOR) itu. Mahasiswa baru angkatan 2019 terbawa euforia pengenalan kampus hari pertama. Mereka mengenakan seragam sama, jas almamater kebanggaan berwarna biru.

 

Yang membedakan hanya artribut kepala tapi dipertautkan oleh spirit kesamaan aneka warna. Masing-masing sudut tribun penuh sesak, sebagian kecil mahasiswa duduk di bawah. Pada 22 Agustus 2019, lima hari setelah perayaan Proklamasi, tempat itu menjadi sejarah bagi mereka. Meski dari beragam daerah, mereka kini sedarah perjuangan.

 

Tahun ini PKKMB UNY mengusung tema Generasi Unggul untuk Indonesia Berdaya. Sebuah tema yang jelas menyiratkan harapan cerah di pundak mahasiswa terpilih bagi negara di hari depan. Setelah seleksi sangat ketat, baik dari SNMPTN, SBMPTN, dan SM, UNY menerima 7.754 mahasiswa: sebanyak 801 (D4), 5.589 (S1), 1.312 (S2), dan 151 (S3).

 

Sutrisna Wibawa, Rektor UNY, bangga atas terpilihnya putri-putra terbaik tiap daerah itu. Mereka, dikatakannya, orang pilihan yang telah melalui mekanisme ujian yang tak mudah sehingga menjadi bagian keluarga besar UNY patut disyukuri. “Gunakan kesempatan kuliah dan berkarya di sini sebaik-baiknya. Harumkan nama baik diri, keluarga, dan negara untuk mencapai kesuksesan,” pesannya.

 

Jamak ekspresi bungahterlihat dari raut wajah para cendekiawan muda UNY itu. Selain mengikuti protokoler PKKMB yang terasa resmi, mereka masih menikmati sajian musik, pertunjukan sandiwara, dan karoke massal. PKKMB serupa acara pengenalan tapi sekaligus juga peleburan. Saat musik dimainkan, kor memandu lagu Dari Sabang sampai Merauke, sontak seluruh mahasiswa terbawa khidmat. Mahasiswa Papua di UNY diajak ke depan panggung untuk memandu. Semua menyatu.

 

PKKMB memang sekilas. Tak genap satu pekan. Tapi, kenangannya abadi. Tiap mahasiswa baru memiliki impresi unik sendiri-sendiri. Yang sering diucapkan, “Terima kasih, kakak-kakak. Terima kasih, panitia. PKKMB ini luar biasa,” ucap Puji Nur, maba kelahiran Grobogan, Jawa Tengah. Namun, terdapat kesan jujur nan lucu lain seperti komentar Wiwi, mahasiswi FBS, “Seru sekali. Tapi semakin hari porsi makan siangnya berkurang. Hari pertama ayamnya besar, lalu semakin mengecil sampai terakhir. Tapi, tetap seru sekali, sangat amat seru sekali. Terima kasih panitia acaranya sangat seru sekali.”

 

Kilas Balik

Sebelum PKKMB digelar, puluhan ribu calon mahasiswa bersaing. Mereka bekerja keras mempersiapkan diri. Dari jalur seleksi SNMPTN, SBMPTN, hingga Seleksi Mandiri, terungkap harap sekaligus haru. Yang tak diterima satu pintu, masih terdapat pintu lain. Kalau ketiganya tak lolos, setidaknya masih punya kesempatan lain. Baik menunggu tahun berikutnya maupun pindah halauan perguruan tinggi alternatif.

 

Perjuangan selalu menyiratkan dua hal: bahagia dan kecewa. Keduanya niscaya dirasakan peserta PKKMB. Dilansir dari data PMB UNY, total pendaftar dari ketiga jalur seleksi tahun ini mencapai 5.000 calon. Jumlah terbanyak dari jalur SBMPTN mencapai 2.012, sedangkan SM 1.500, dan SNMPTN 1.488. Tahun lalu animo totalnya sebesar 163.112. Angka-angka tersebut bukan sebatas menandakan muatan numerik, melainkan juga menyiratkan persaingan. Yang diterima tentu saja lebih sedikit ketimbang pendaftar secara keseluruhan. Sisanya lari ke alternatif lain.

 

UNY juga terbuka luas bagi calon mahasiswa internasional. Keran terbuka besar bagi mereka. Makin banyak mahasiswa internasional maka makin berpeluang peningkatan Universitas Kelas Dunia. “Untuk itu kita harus mencari peluang-peluang masukan mahasiswa yang baik sehingga pada akhirnya menghasilkan lulusan yang baik pula,” tutur Sutrisna. Kebijakan ini Sutrisna tegaskan selain juga terus mengindahkan calon mahasiswa tiap daerah. Tentu saja ia dalam rangka pemerataan.

 

Margana, Wakil Rektor I Bidang Akademik, menambahkan dalam acara Diskusi Kelompok Terpumpun, Evaluasi PMB 2019, 13-15 September silam. Secara umum, jumlah animo, diterima, dan registrasi calon mahasiswa baru UNY tahun ini mengalami kenaikan signifikan ketimbang dua tahun sebelumnya. “Sementara mortalitasnya turun, namun ini dapat diminimalisir,” ujarnya. Menurutnya, evaluasi ini penting agar PMB tahun 2020 dapat dipersiapkan secara maksimal lagi.

No Responses

Leave a Reply