Tidak Ada Kata Istirahat untuk Membina PKM 

 LAPORAN UTAMA

 

Berhasilnya UNY merangsek peringkat lima PIMNAS, bukan sekedar jawaban atas harapan. Ia adalah hasil paripurna dari doa dan perjuangan keras yang dilakukan sepanjang tahun. Selepas PIMNAS 2018 tuntas, pembinaan untuk tahun selanjutnya sudah kembali siap dipacu. 

 

Tak ada usaha yang akan mengkhianati hasil. Pepatah tersebut cocok dilantunkan bagi para peserta pejuang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 31 kontingen Universitas Negeri Yogyakarta. Pasalnya, usaha keras dan doa yang senantiasa mengalir akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Tahun ini merupakan tahun keemasan bagi UNY yang mulai merangkak naik dengan prestasi yang mendulang di PIMNAS 31 yang tahun lalu dari peringkat 10 menjadi peringkat 5. 

Menjadi peringkat 5 besar tentunya merupakan kebanggaan tersendiri bagi kontingen UNY. Dalam konferensi pers yang digelar Senin (27/08/2018), Sutrisna Wibawa, Rektor UNY, berharap banyak dan optimis UNY kali ini akan mampu menjadi peringkat 5 besar dan dapat menjadi tuan rumah yang baik dalam penyelenggaraan PIMNAS 31. 

Pengumuman kejuaraan PIMNAS 31 diselenggarakan di GOR UNY pada Sabtu hari pertama di bupan September. Pada kesempatan itu pula UNY mendapatkan kabar membahagiakan bahwa menempati peringkat 5. Namun, kabar kebahagiaan itu tidak begitu saja datang secara instan di tengah siang bolong. Ada perjuangan konsisten selama setahun penuh, untuk membina para mahasiswa yang berminat menggeluti Program Kreativitas Mahasiswa. 

Tepat kala PIMNAS berakhir, Prof. Sumaryanto selaku Wakil Rektor 3 telah menegaskan dalam Press Conference di Digital Library, Jum’at (07/09/2018). Pembinaan untuk PKM tahun depan akan segera dihelat, tak ada kata istirahat untuk membina PKM. 

“Atas arahan Bapak Rektor, tentu kita semua senang UNY menjadi 5 besar. Ini asa yang luar biasa untuk mengembangkan lagi supaya lebih baik. Bahkan kalau bisa masuk tiga besar. Asa tersebut akan terus kita kaji, dan memastikan kita memperjuangkan dengan yang terbaik. Termasuk dengan cara tidak boleh seharipun terlewat untuk membina PKM,” tukas Sumaryanto dengan penuh keyakinan. 

5 Besar Sudah Lama Ditargetkan 

Pada pimnas kali ini UNY mengirimkan tiga tim PKM-Penelitian Eksakta, dua tim PKM-Penelitian Sosial Humaniora, enam tim PKM Kewirausahaan, dua tim PKM Karsa Cipta, satu tim PKM Gagasan Tertulis dan satu tim PKM Teknologi. Peraih emas dalam Pimnas ke-31 untuk kategori poster adalah PKM Obat Kumur Herbal Calm, peraih perak adalah PKM Kerja Tak Sayang dan PKM Konselor-ku, peraih perunggu adalah PKM Pengembangan Katoda Baterai Lithium dan PKM Smart Water Wheel Controller. 

Untuk kategori presentasi, UNY meraih emas pada PKM Kombava Gel Kompres Herbal dan PKM Konselor-KU. Peraih perak adalah PKM Obat Kumur Herbal CALM dan PKM Smart Water Wheel Controller. UNY juga meraih peserta terfavorit pada kategori PKM-Penelitian Eksakta yaitu PKM Aplikasi Antiseptik Nano Graver. Totalnya, 15 tim. 

Dari 15 tim tersebut, UNY berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih total tiga medali setara emas, empat medali setara perak, dua medali setara perunggu serta satu juara favorit. 

Ketiga medali setara emas dalam untuk satu kategori poster dan dua kategori presentasi. Sedangkan empat medali setara perak diraih dalam kategori dua presentasi dan dua poster, serta dua perunggu diraih dalam kategori poster. Pencapaian merekalah yang kemudian terkompilasi menempatkan UNY bertengger di posisi kelima. 

Capaian tersebut, disebut oleh Sutrisna Wibawa telah dicanangkan sejak lama. Rektor UNY Sutrisna Wibawa menilai, target lima besar mampu diraih karena dalam Pinmas ke-30 UNY masuk 10 besar. 

“Dari 15 kreasi ilmiah PKM, ada enam karya ilmiah kewirausahaan, sedangkan tiga PKM penelitian eksakta, dan dua PKM sosial hukum. Kami optimistis mampu meraih 12 emas dari seluruh karya ilmiah yang lolos,” jelas dia dalam jumpa pers di kampus UNY, Senin (27/8) siang. 

UNY mengirim kreasi ilmiah kewirausahaan  terbanyak dibanding perguruan tinggi lain. Jumlahnya  mencapai 700 karya. Selepas proses penelitian yang panjang, muncullah 15 karya terbaik yang lolos dalam gelaran PIMNAS. 

Sutrisna pun menyatakan, karya PKM kewirausahaan sejak awal menjadi harapan UNY dalam meraih emas. Apalagi dalam tiga tahun terakhir, unit kegiatan mahasiswa bidang kewirausahaan UNY menjadi terbaik tingkat nasional, termasuk bisa menobatkan plaza UNY sebagai koperasi mahasiswa rujukan. 

“Mahasiswa juga kami beri wadah khusus untuk mengembangkan usahanya. Ada Plaza UNY yang menjual produk buatan mahasiswa,” paparnya. 

Dibimbing Secara Holistik 

Untuk hal senada sebagai wadah pengembangan bakat dan minat mahasiswa utamanya dalam hal meneliti. Tak terkecuali di UNY, dimana PKM tidak ditujukan semata- mata untuk mengejar prestige ataupun medali. Lebih dari itu, PKM dikelola sedemikian rupa untuk membangun iklim akademik yang baik di UNY sekaligus kemampuan mahasiswa untuk menghadapi tantangan konkrit di lapangan.  

Termasuk diantaranya ungkap Prof. Sumaryanto, Wakil Rektor III UNY, ialah tantangan untuk berwirausaha dan membuka lapangan kerja. Keuntungan yang bisa diraih mahasiswa untuk berpengalaman dalam membuat penelitian hingga membanggakan orang tua, adalah secuil dari torehan tinta emas yang tak jauh dari genggaman asalkan ada kerja keras.  

Tim PKM Center dibawah koordinasi Kemahasiswaan UNY dan berkolaborasi dengan PKM Center di tiap fakultas, kemudian menjadi garda terdepan untuk membimbing para civitas yang terpanggil hatinya untuk hal-hal tersebut. 

“Di kemahasiswaan, sukses prestasi itu ada dan salah satu pilarnya 

adalah tim PKM Center. Mereka siap membimbing, dan sangat sigap. Saya bahkan menyebut mereka TKD, Tentara Karepe Dewe. Rela makarya kesel­kesel, nyambut gawe untuk sukses prestasi,” ungkap Sumaryanto. 

Dibentuk secara resmi sejak tahun 2012/2013, PKM Center seakan menjadi melting pot dimana maahasiswa, tenaga IT, dan staf kemahasiswaan dari seluruh fakultas serta rektorat bersua. Pembinaan PKM yang sistematis semenjak tingkat program studi, fakultas, universitas, termasuk UKM, kini dibina secara terstruktur lewat badan tersebut. 

Namun layak disebut tempat bersua dan seakan penuh nostalgik, karena awal PKM Center terintis belumlah seperti sekarang. Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd sebagai Staf Ahli Wakil Rektor III mengungkapkan bahwa dulunya PKM Center sekedar beranggotakan perwakilan maha- siswa di tingkat fakultas dan pem- bina di tingkat universitas. Fung- sinya, untuk saling berbagi informasi dan tukar kisah seputar PKM. 

“Ada anak, punya hobi yang sama, kumpullah dulu itu saling sharing. Kumpul dengan kami juga yang di kemahasiswaan. Seiring waktu kita lihat potensinya. PKM Center harus punya peran lebih besar dari itu. 2012/2013, kita bentuk PKM Center resmi, dengan harapan gayeng- nya tetap, prestasinya maju terus,” ungkap Agus. 

Sejak saat itu, PKM Center berkembang menjadi kelompok belajar mahasiswa pelaksana PKM dengan pendamping. Pendekatan berbasis saling asah, asih, dan asuh, kemudian menjadi karakter utama dalam beragam tantangan yang dihadapi mereka sepanjang proses pengusulan PKM hingga akhirnya didanai, lolos, bahkan juara dalam Pimnas. Unit Kegiatan Mahasiswa Penelitian di tingkat universitas maupun masing-masing fakultas, juga jadi kandang dalam menyongsong perhelatan tersebut. 

“Kelompok Studi Ilmiah MIPA Saintis misalnya di FMIPA, jagoan UNY kita punya ini,” ungkap Setiawan Pujiono MPd, Dosen Kimia dan salah satu pembimbing di PKM Center FMIPA UNY. 

Agenda forum pembinaan dan pendampingan, penyiapan proposal sampai pelaksanaan, serta proses review internal, unggah, dan pelaporan, menjadikan PKM Center garda terdepan mewujudkan PKM sebagai budaya dan tradisi berprestasi para sivitas UNY. Sebuah kehendak yang melahirkan kerja tanpa henti dari segenap keluarga PKM Center. Karena walaupun pendanaan PKM terseleksi di bulan Maret dengan Pimnas digelar di pertengahan tahun, PKM Center tak pernah libur karena punya agenda bertajuk pra proposal. 

Dalam proses Pra proposal, September hingga Oktober satu tahun sebelum Pimnas tahun terkait digelar, menjadi awal UNY dalam persiapan review internal dan pengumpulan proposal. Walaupun biasanya mahasiswa sudah mulai berdiskusi dan memikirkan rumusan PKM-nya bersama dosen pembimbing sejak bulan Juli dan Agustus. Menandai setahun penuh kerja UNY untuk mempersiapkan gelaran Pimnas tiap tahunnya. 

Pengelolaan web khusus PKM oleh Kemahasiswaan UNY, membuat mahasiswa dapat mengunggah proposal mereka lebih dahulu ke universitas. Proses review dan kritik saran penyempurnaan, kemudian berlangsung seiring dengan ketatnya seleksi administrasi yang dijalankan dalam seleksi PKM di tingkat nasional. 

“Jadi di UNY sudah kami seleksi, karena tiap kampus kluster 1 ada kuotanya maksimal 700 proposal. Dan nanti diatas (tingkat nasional), diseleksi lagi. Kalau formatnya tidak pas, bahkan langsung dicoret dan tidak dibaca. Itulah mengapa PKM Center dan penyempurnaan administrasi dengan cara review dan kritik saran, jadi penting,” ungkap Sukinah MPd, Dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) UNY yang juga juri pimnas, dalam menggambarkan ketatnya kompetisi dalam pengulsulan PKM dan keikutsertaan Pimnas. 

Pelatihan Intensif Pasca Lolos 

Dari 700 proposal yang diajukan UNY, 123 hasil riset kemudian dinyatakan memperoleh dana dari Ditjen Belmawa Kemristekdikti. Proses penelitian intensif yang mereka lakukan juga berujung pada keberhasilan 15 hasil riset untuk melenggang ke PIMNAS yang digelar pada 28 Agustus hingga 2 September 2018. Hanya riset-riset yang dinyatakan lolos dalam PIMNAS lah, yang nantinya berhak untuk melakukan presentasi, lomba poster, serta memperebutkan medali PIMNAS dengan penilaian dari para juri. 

Guna mempersiapkan ketat dan kompetitifnya proses penilaian dalam rangkaian seleksi, workshop serta training center terus dilakukan UNY secara terpusat. Menurut Rektor pada Pimnas 2018 UNY berada pada ranking 7 jumlah PKM yang didanai dengan rincian 7 PKMT, 19 PKMK, 20 PKMM, 33 PKMKC, 16 PKMPE dan 28 PKMSH. Semua diantara tim yang didanai tersebut, ikut dalam pelatihan-pelatihan di awal tahun. 

Pencapaian tersebut bahkan menempatkan UNY sebagai satu-satunya LPTK yang masuk 10 besar Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2018 didanai dikti yaitu menempati ranking 7 secara nasional. Dengan Fakultas MIPA yang menjadi penyumbang delegasi terbanyak. 

“Sedangkan dalam Training Center yang terakhir, digelar setidaknya dua kali sampai setidaknya mepet hari-hari akhir menjelang PIMNAS, itu diikuti oleh 15 tim yang lolos ke TIMNAS,” ungkap Nurtanio Agus Purwanto selakuk Koordinator Tim PIMNAS UNY dan Staf Ahli Wakil Rektor 3. 

Proses pelatihan tersebut kemudian akan berhenti selang beberapa hari sebelum PIMNAS dimulai. Mahasiswa yang mengikuti gelaran tersebut, diberi waktu istirahat sejenak. 

Namun, bukan berarti tim pembinaan dari kemahasiswaan rektorat atau masing-masing fakultas beristirahat. Dituturkan oleh Nur Hidayanto selaku duet Nurtanio dalam posisi sebagai Staf Ahli Wakil Rektor 3, pada bulan Oktober biasanya sudah mulai kembali digelar Roadshow ke fakultas-fakultas tentang sosialisasi PKM 5 Bidang. Satu bulan sesudahnya, November, penyempurnaan materi PKM 5 Bidang dan Pemantapan Ide PKM sudah harus digelar. Karena di akhir bulan, biasanya telah menjadi deadline untuk pendaftaran dan pengunggahan proposal. 

“Pada tahun 2017 lalu, upload PKM 5 bidang yang ujung gebyarnya adalah PIMNAS di UNY ini, waktu pendaftaran dan pengunggahannya paling lambat 30 November 2017. Walaupun akhirnya ada pengumuman deadline diundur hingga 8 Desember, kita tidak bisa nyagerke (mengandalkan sesuatu yang tidak pasti),” pungkas Nur Hidayanto. Menegaskan tidak pernah ada kata istirahat bagi UNY, untuk membina talenta mahasiswa dalam menelurkan riset-riset tajam. 

No Responses

Leave a Reply