Melipat Jarak, Menembus Batas

 LAPORAN UTAMA

 

Revolusi industri 4.0 telah membawa realitas baru, yaitu dunia yang mengalami pemadatan, pemampatan, pengecilan, dan percepatan yang menjadikan jarak menjadi tidak berarti. Sebuah dunia baru telah tercipta yang lebih efektif, efisien, dan serba cepat. Ratusan bahkan ribuan jilid ensiklopedi, buku, dan jurnal tidak lagi membutuhkan ruang yang luas dan jejeran almari dengan tumpukan kertas yang lekas menua dan rapuh, semua itu bisa diringkas dan dipadatkan dalam bentuk digital dan tersimpan hanya dalam satu Tablet, bahkan bisa diakses dari mana saja. Atau konferensi internasional tidak lagi harus mendatangkan para ahli dari belahan dunia lain yang memakan banyak biaya perjalanan maupun hotel, cukup dengan teleconference secara live dan kita bisa bertatap muka dengan begitu nyata tanpa menghilangkan esensi dari komunikasi itu sendiri.

Dunia telah bergerak sangat cepat dalam kemajuan teknologi informasi, seyogyanya dunia akademik mampu beradaptasi dan menjadi bagian dari era disrupsi tersebut, dan mengambil manfaatnya. Sejatinya memperoleh pendidikan dan manfaat dari kemajuan teknologi merupakan salah satu dari jaminan HAM yang dijanjikan oleh konstitusi kita Pasal 28 C Ayat (1) yang menyatakan, “Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak memperoleh pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya, dan demi kesejahteraan umat manusia.”

Menjawab tantangan zaman, UNY menghadirkan perpustakaan digital (digital library) yang bisa menampung jutaan ensikopedi, buku, maupun jurnal dari belahan dunia manapun. Semua itu dapat diselami hanya dalam satu gedung, digital library. Dengan digital library tidak ada lagi alasan buku sulit dicari, jaringan lelet, atau bahkan buku yang dibutuhkan telah dipinjam semua. Karena di sini semuanya tersedia serba cepat, terbuka, dan menjadikan mimbar kebebasan akademik menemukan pijakannya. Tidak hanya akses informasi dari jurnal maupun buku-buku berkualitas, dalam digital library juga tersedia ruang seminar yang mampu menampung 300 peserta dengan fasilitas kelas wahid. Memiliki proyektor yang mampu menampilkan tujuh peserta group call secara sekaligus, sehingga konferensi internasional bisa dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Dengan fasilitas yang sangat mumpuni ini, salah satu luaran yang diharapkan adalah meningkatnya produktifitas akademik tidak hanya mahasiswa, tetapi dosen-dosen UNY juga bisa berkontribusi lebih banyak dalam sumbangsihnya di dunia akademik. Tentunya dengan kualitas pembelajaran, penelitian, tulisan jurnal, dan lain-lain, yang semakin baik, ditunjang oleh referensi dari digital library. Dengandigital library, kita bisa menyelam lebih dalam dan menembus batas cakrawala pengetahuan. Tabik. BUDI MULYONO

No Responses

Leave a Reply