Jumpa Virtual, Komunikasi Maya

 LAPORAN UTAMA

Laptop bermerek Acer itu baru saja dilipat. Mesinnya masih hidup dan menuju detik-detik padam. Kurang-lebih empat jam dia menatap layar. Jemarinya terdengar tik-tok-tik-tok menari di atas papan ketik. Mimik wajah yang semula merengut, sontak berubah sumringah. Baru saja dia mendapat surel. Di sana tertulis persetujuan. Skripsinya diteken pembimbing. Minggu depan, 19 Februari 2018, bisa pendadaran. Dia bernama Tyas Agung Pamungkas. Mahasiswa Penidikan Bahasa Inggris angkatan 2013.

“Sudah lama menunggu saat-saat ini,” ungkap Tyas. Dia sujud syukur atas pencapaian yang panjang dan melelahkan itu. Tugas akhir, baginya, adalah sebuah proses menempa diri. Di luar konten proses bimbingan skripsi Tyas relatif unik. Selama itu dia lebih banyak, bahkan sepenuhnya, bimbingan daring. Masukan dari dosen pembimbing disampaikan lewat surel. Seminggu satu kali surel itu mampir.

Di antara ribuan mahasiswa UNY, Tyas, kelahiran Kulonprogo itu, cukup beruntung. Dia tak perlu bertemu fisik. Cukup menavigasikan laptop—juga smartphone—problem skripsi lekas tuntas. “Positifnya ya saya bisa cepat bimbingan. Negatifnya mungkin harus mengetik panjang di e-mail,” ungkapnya sambil terkekeh.

Komunikasi virtual di antara mahasiswa dan dosen pembimbing menandai era baru. Barat mencatatnya sebagai konsekuensi logis Revolusi Industri 4.0. Semua serba digital. Universitas berangsur sedang menuju era itu. Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, melakukan terobosan di wilayah birokrasi. Bila sebelumnya dilakukan serba tradisional, kini menyesuaikan zaman.

Yang dimaksudkan Sutrisna antara lain kebijakan komunikasi dan pelayanan lewat dunia maya. Dia memandang koordinasi melalui daring tak sepenuhnya buruk. Efektif dan efisien menjadi pertimbangannya. “Tapi kita tetap mempertahankan cara lama. Tatap muka langsung juga penting sebagai laku bebrayan,” katanya. Bagi Sutrisna, semua metode harus diterapkan seimbang.

UNY telah memfasilitasi bimbingan skripsi daring. Portalnya sudah dipersiapkan lama. Wakil Rektor I, Margana, menuturkan aplikasi itu dikembangkan guna menjembatani pembimbing dan mahasiswa. Pelayanan ini bukan berarti memutus proses tradisional seperti tatap muka, melainkan merespons tantangan global. “Kita kan sudah masuk era disrupsi. Apa-apa serba online. Jadi, kita terus mengikuti yang terbaik,” tuturnya.

Praktis menjadi pertimbangan utama kenapa sistem informasi bimbingan sedemikian penting. Dari proses administrasi hingga pembimbingan penyusunan skripsi terpaket lengkap. Setidaknya terdapat lima tahap. Tahap praproposal, pembimbingan proposal, proposal, tugas akhir, dan ujian. Mahasiswa, dosen, dan koordinator skripsi terlibat.

Mahasiswa baru bisa mengusulkan topik manakala telah mencapai 110 SKS (S-1) dan 90 SKS (D-3). Beragam topik bisa diajukan selama relevan dengan mayornya. Tapi tahap final berada di tangan koordinator skripsi. Dia pula yang menetapkan dosen pembimbing. Mekanisme ini dilakukan secara koordinatif. Mahasiswa hanya mengikuti prosedur.

***

Status UNY baru Badan Layanan Umum (BLU). Kini sedang menuju PTNBH. Meraihnya dibutuhkan segenap kerja sama total. Militansi antarsivitas akademika menjadi keniscayaan. Sejumlah prasyarat mesi dipenuhi. Antara lain fasilitas informasi yang terkoneksi internet. “Teknologi menjadi jawabannya. Empat elemen seperti mahasiswa, dosen, pegawai, dan sarana-prasarana harus menjadi sasaran utama,” papar Priyanto, Kepala UPT Puskom.

Prinsip teknologi adalah mempermudah. Priyanto mengatakan pelayanan berbasis daring dari mahasiswa baru hingga wisuda telah terprogram. “Dari SBMPTN versi CBT, SIAKAD, ujian sertifikasi guru, dan PPG tergabung ke dalam sistem informasi berbasis online,” ujarnya. Pelayanan di abad ke-21 ini, komentar Priyanto, lebih dari enak. Dia mengomparasikan dengan dua sampai tiga dekade lampau. “Semuanya dulu serba manual.”

Referensi cetak berada di senjakala. UNY menawarkan portal jurnal ilmiah secara cuma-cuma. Tinggal cari, klik, dan unduh, masalah terpecahkan. Jurnal Diksi, Litera, Cakrawala Pendidikan, Vokasi, Pendidikan Karakter, Economia, Harmoni Sosial, dan lain sebagainya tersedia gratis. Hanya berselancar di journal.uny.ac.id kegelisahan karena kering pustaka teratasi.

Author: 

Tim Redaksi. Semua tulisan di laman pewaradinamikauny.com, telah diterbitkan di Majalah Pewara Dinamika, Universitas Negeri Yogyakarta. Untuk membaca versi lengkap dari setiap artikel dengan gambar ilustrasi dan infografis, baca versi (.pdf) majalah yang bisa diakses dan diunduh melalui bilah menu "Download Majalah".

No Responses

Leave a Reply