Anugerah untuk Yogyakarta

 REKTOR MENYAPA

Anugerah untuk Yogyakarta

 

Kami atas nama pimpinan dan keluarga besar UNY menghaturkan ucapan selamat dan ndherek mangayubagyaatas anugrah Doktor Honoris Causa yang diterima Sri Sultan HB X dalam bidang Managemen Pendidikan Karakter.

 

Bagi kami, pemberian anugerah kepada Sri Sultan tidak hanya berarti penghargaan personal. Sebagai kepala daerah sekaligus raja, Ngarsa DalemSri Sultan HB X telah mempomosikan Pendidikan Karakter secara strategis. Persoalan ini mengedepan sejak beliau dilantik sebagai Gubernur DIY, 3 Oktober 1998) hingga sekarang.

 

Kebijakan serta kajian yang dilakukan Sri Sultan, baik dalam ratusan makalah dan sambutan, serta buku dan atau artikel di media massa cetak hampir semuanya mengisyaratkan pandangan dan keyakinan beliau terhadap pentingnya Pendidikan Karakter dalam konteks nation and character building,baik secara eksplisit maupun implisit.

 

Dari pemikiran dan kerja nyata tersebut, karakter Yogyakarta terbangun, menjadi berkah bagi setiap warga Yogyakarta tanpa terkecuali. Gelar Doktor Honoris Causa ini hendak merayakan hal tersebut, dengan menjadikan anugerah ini untuk kita semua sebagai kesatuan Yogyakarta.

 

Pendidikan Karakter

 

Bagi beliau, pendidikan itu secara keseluruhan hendaknya selalu dimaknai sebagai proses pembudayaan dan bukannya sebagai penjinakkan sosial-budaya. Pendidikan harus menghasilkan lulusan yang berkarakter. Dididik dengan pengetahuan (knowing), merasakan (feeling), pelaksanaan (acting), dan kebiasaan (habit), serta berhasil memiliki pengetahuan berbasis tri-nga: ngerti(mengetahui), ngrasa(merasakan), dannglakoni(melaksanakan)

 

Dari situ, pendidikan dapat menjalankan tiga fungsi: menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan tertentu dalam masyarakat mendatang, mentransfer pengetahuan yang sesuai dengan peranan yang diharapkan, dan mentransformasikan nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi keberlangsungan hidup masyarakat dan peradaban.

 

Pemikiran ini mewariskan apa yang telah dirumuskan Ki Hadjar Dewantara, Menteri Pengajaran pertama Republik Indonesia, sekaligus peletak fundamen pendidikan negeri ini. Kearifan lokal dijadikan asas sekaligus nafas pendidikan di Yogya, layaknya tercermin dalam Perda Pendidikan Karakter berbasis budaya. Hasilnya, pelajar Yogya dibentuk untuk mampu memprioritaskan tujuan-tujuan etis untuk pengembangan diri dan pemberdayaan sosial.

 

Oleh karena itu, negara-negara maju turut menekankan pendidikan berkarakter sebagai soft skillyang mengikuti kompetensi pembelajaran.

 

 

Hari yang Bersejarah

 

Anugerah Doktor Honoris Causa kepada Sri Sultan, juga menjadi spesial karena diberikan pada hari yang bersejarah: 5 September 2019. Tepatnya 74 tahun yang lalu, ada Maklumat 5 September 1945 di mana Sri Sultan HB IX memberikan amanat bahwa Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat yang bersifat kerajaan adalah Daerah Istimewa dari Negara Republik Indionesia, dan KGPAA Paku Alam VIII memberikan amanat bahwa negeri Paku Alaman yang bersifat kerajaan adalah Daerah Istimwa dari Negara Republik Indonesia.

 

Maklumat 5 September 1945 ini memberikan semangat persatuan yang kokoh dalam bingkai NKRI. Jiwa raga kami bagi NKRI. Semangat budaya hari ini mengukuhkan semangat Bhineka Tunggal Ika untuk Indionesia.

 

Penganugrahan Doktor Honoris Causa dalam bidang managemen pendidikan karakter ini semakin mengukuhkan moto UNY “Leading in Character Education”. UNY berkomtimen terus dapat mengawal pelaksanaan Pendidikan Karakter di semua jenjang pendidikan. Melanjutkan sekaligus melaksanakan apa yang telah diteladankan oleh Sri Sultan.

No Responses

Leave a Reply