Reporter Pewara Dinamika, Rony K. Pratama, mewawancarai Prof. Dr. Zamzani, M.Pd.,
Ketua Senat UNY. Membahas refleksi seputar rektor baru harapan baru. Bagi guru besar bidang linguistik terapan bahasa Indonesia ini, pendidikan demokrasi bukan hanya
proses, melainkan juga keterlibatan stakeholder. Semua pihak dilibatkan, baik senat,
dosen, tendik, maupun mahasiswa

Dari proses pemilihan rektor, refleksi apa yang bisa Prof Zamzani sampaikan?
Terkait dengan proses pemilihan, kalau ada dinamika itu sesuatu yang biasa. Saya kira ketika dinamika yang terjadi tidak terkait dengan substansi proses pemilihan rektor. Tapi ada hal yang menurut persepsi orang tertentu perlu ada sesuatu yang dipenuhi. Ternyata rupanya tidak terpenuhi sehingga ada sedikit pergeseran.

Kalau dinamika itu kita kaitkan dengan pembelajaran demokrasi, bagaimana
pendapat Prof. Zam?
Sebenarnya semua aturan mainnya kan menggunakan peraturan. Kalau dari sisi demokrasi ya mengikuti semua aturan main yang ada. Dan sebenarnya selama ini sudah mengikuti aturan main. Dinamika yang ada sebenarnya bukan menjadi substansi melanggar peraturan. Tapi ada bagian yang seharusnya ada. Skor kosong itu harusnya batal di form penilaian. Hanya itu yang pada waktu itu disepakati senat. Karena dalam penilaian itu, kalau sampai ada yang kosong mestinya ditafsirkan skor paling rendah. Itu
kasus kemarin. Aturan main dari sisi pendidikan demokrasi adalah bahwa demokrasi tidak bebas 100% tapi bersadarkan aturan main yang sudah ada. Saya kira dari situ senat memenuhi semua aturan berlaku

Dari perspektif partisipasi semua pihak bagaimana, Prof?
Pendidikan demokrasi bukan hanya proses. Tapi juga berkenaan dengan pelibatan stakeholder. Saya melihat yang di Permen (peraturan menteri) tidak bertentangan dengan
peraturan senat. Misalnya, kami melibatkan orang yang tidak memiliki hak suara untuk
datang sewaktu proses penjaringan bakal ada yang kosong dianggap sah oleh kesepakatan senat lalu diisi dan dianggap 5. Persoalannya adalah yang mengisikan 5 itu siapa. Pada waktu itu yang mengisikan adalah panitia. Itu tidak boleh. Seharusnya panitia
merekap saja, tapi ketika ada yang kosong dibaca 5 (itu tidak boleh)

selengkapnya baca di majalah pewara edisi januari 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here