Angin berat bersama gravitasi
menarik jatuh meluruh puncak
bumi memar bertuka rupa kasihnya
berlemparan: bebatu, logam-logam deret volta
hujan asam sulfur dan magnesida
juta kilo debu menyungkup bumi
pohon-pohon raksasa beterbangan mengharu alam
Lahar dimuntah

turun mengular menyerupai tangan-tangan gurita
menyungai menjulur jauh bersujud ke jelata tanah
Gelegak kepundan seribu derajat
tasbih mengagungkan pencipta yang maha agung
Ratusan tahun nutfah-nutfah tumbuh
memulai hidup di tanah gembur hara
Siklus abadi dalam tubuh dan semesta
tasbih tak henti-henti kumandang
hingga ke faksi bintang gemintang
dari dalam palung bumi
tempat paling cahaya di hati
para pencari abadi

NEVATUHELLA
Penyair, Alumnus Teknik Kimia Universitas Sumatera Utara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here