Home LAPORAN UTAMA Pidato Rektor dalam Rangka Dies Natalis ke-55 UNY

Pidato Rektor dalam Rangka Dies Natalis ke-55 UNY

280
0

Dibacakan di Yogyakarta, 21 Mei 2019

“INOVASI PENDIDIKAN UNTUK INDONESIA”

Yang terhormat,
Bapak Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia
Bapak Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

Yang kami hormati,
Bapak/Ibu Anggota Forkompimda DIY
Bapak Ibu Bupati dan Wali Kota di DIY
Prof. Ir. Panut Mulyana, M.Eng., D.Eng., Rektor Universitas Gajah Mada, yang akan memberikan Orasi Ilmiah
Wakil Rektor, Dekan, Direktur PPs, Ka Lembaga, Ka Badan, Ka SPI, Ka Biro
Ketua, Sekretaris, dan Anggota Senat Universitas
Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Guru Besar
Ketua, Sekretaris, dan Anggota Dewan Pertimbangan
Ketua, Sekretaris, dan Anggota Dewan Pengawas
Para Rektor, Ka L2DIKTI Wilayah V DIY, Ka L2DIKTI VI Jawa Tengah, Mitra UNY
Wakil Dekan, Wakil Direktur, Kajur, Kaprodi, Sekjur, Ka UPT,
Kabag, Kasubag, Dosen, Tenaga Kependikan
Pengurus Ormawa dan para mahasiswa yang saya banggakan.
Segenap tamu undangan yang berbahagia

Assalâmu’alaikum warahmatullâhi wabarakâtuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Puji syukur Alhamdulillah selalu kita panjatkan ke hadirat Allah SWT., Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala nikmat, karunia, serta izin perkenan-Nya. Pada hari yang bersejarah ini, Selasa 21 Mei 2019, kami keluarga besar Universitas Negeri Yogyakarta, dengan penuh syukur memperingati berdirinya UNY (Dies Natalis yang ke-55 UNY).

UNY yang telah diwariskan oleh para sesepuh dan tokoh almamater kita 55 tahun yang lalu, dengan kepemimpinan yang silih berganti sesuai dengan eranya. UNY sejak saat itu sampai kini telah menghadirkan kontribusi untuk negeri.

Bapak/Ibu hadirin yang berbahagia,
Marilah kita tengok kembali amanah yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada UNY, yang kini memiliki visi, “menjadi Universitas kependidikan unggul, kreatif, dan inovatif berlandaskan ketakwaan, kemandirian dan kecendekiaan pada tahun 2025”.

Visi tersebut didukung melalui tujuh misi UNY, yang secara ringkas dapat disampaikan yaitu menyelenggarakan tridharma, tata kelola, proses dan lingkungan kerja sama, serta kerja sama dengan dilandasi semangat untuk menjadikan UNY unggul, kreatif, dan inovatif, serta menghasilkan manusia yang takwa, mandiri, dan cendekia.

Melalui visi dan misi tersebut, UNY senantiasa berkomitmen untuk mengantarkan universitas tercinta ini dalam prestasi-prestasi di bidang kependidikan sebagai prioritas utama yang didukung oleh bidang keilmuan non-kependidikan. Sampai usianya yang ke-55, UNY telah menorehkan prestasi dan capaian yang sangat membanggakan dengan menjadi universtas yang semakin diperhitungkan di Indonesia dan di Luar Negeri. Tahun 2018 (tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2018), UNY masuk universitas Cluster 1, menduduki peringkat 11 nasional, di antara lebih dari 4.000 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia.

Capaian ini merupakan modal yang sangat berarti bagi UNY untuk menapak di masa depan. Segenap sivitas akademika UNY mempunyai komitmen bersama untuk meningkatkan mutu Tridharma Perguruan Tinggi, tidak saja dalam tataran nasional, tetapi juga di kancah regional dan internasional. UNY menargetkan pada tahun 2019 unggul di ASEAN (peringkat 75 QS ASEAN) tahun 2021 unggul di Asia (peringkat 300 QS ASIA), dan tahun 2025 unggul di tingkat dunia (peringkat 1.000 QS WUR). Untuk mencapai tujuan WCU pada tahun 2025, telah ditetapkan Grand Design Pengembangan UNY sebagaimana tersusun dalam gambar sebagai berikut:

Oleh karena itu, tidak berlebihan jika pada dies natalis kali ini kami hendak mengatakan bahwa, UNY senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan inovasi pendidikan untuk Indonesia. Tujuan akhirnya adalah untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa Indonesia yang berdaulat, terhormat, dan disegani di mata dunia, dengan cara pencerdasan kehidupan setiap insan bangsa Indonesia.

Pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya menyampaikan laporan tentang capaian Universitas Negeri Yogyakarta. Termasuk merefleksikan derap langkah instutisi ini ke depan, sesuai dengan amanat statuta, kebijakan umum, serta visi dan misi UNY. Semua dilaksanakan dengan nafas, nuansa, dan semangat: “Inovasi Pendidikan untuk Indonesia”

Tantangan Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0
Pendidikan adalah investasi peradaban. Kalimat ini menandakan betapa pentingnya pendidikan dalam membangun sendi-sendi peradaban sebuah bangsa. Bisa dikatakan, tanpa pendidikan, sebuah negara akan lemah, bahkan dapat hancur. Itulah mengapa setiap bangsa, termasuk Indonesia, telah menyusun sedemikian rupa konsep strategisnya guna memperkuat landasan filosofis pendidikan dalam rangka menyiapkan generasi penerus yang cendekia.

Filsafat dasar pendidikan Indonesia mengacu pada rumusan Ki Hadjar Dewantara, Menteri Pengajaran pertama Republik Indonesia yang telah meletakan fundamen pendidikan yang berasas kearifan lokal. Artinya, seberapa kuat rumusan pendidikan yang disusun itu maka harus berbasiskan nilai-nilai ke-Indonesiaan. Hal inilah yang menjadi kekhasan pendidikan di Indonesia. Secara tujuan tetap dinamis mengikuti perkembangan zaman, tetapi tak terlepas dari akar kebudayaan nasional.

Akhir-akhir ini dunia pendidikan dikejutkan oleh narasi global yang memosisikan subjek didik mengalami Gelombang Keempat. Wacana Revolusi Industri 4.0. bukan isapan jempol, namun keberadannya menggeser berbagai lini, termasuk arah kebijakan pendidikan dan praksisnya. Basis nilai yang khas dari gelombang ini adalah digitalisasi dan otomasi, sehingga mendisrupsi peran manusia. Konon manusia akan digeser oleh robot, baik langsung maupun tidak langsung. Kekhawatiran guru dan siswa bukan tanpa alasan. Mereka was-was kalau pekerjaannya direbut total oleh Artificial Intelligence (AI).

Kita masih merasakan hiruk pikuk akibat Revolusi Industri 4.0 yang dibarengi berkembangan era disrupsi. Sekarang kita terkesima dengan munculnya Society 5.0. Konsep Society 5.0 diadopsi oleh pemerintah Jepang sebagai antisipasi terhadap tren global sebagai akibat dari munculnya Revolusi Industri 4.0. Masyarakat 5.0 adalah masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0 seperti internet of thing, big data, artificial intelligence, robot, dan berbagai mesin canggih. Masyarakat 5.0 juga disebut sebagai Smart Society, atau masyarakat yang cerdas. Masyarakat 5.0 mengandung nilai baru yang diciptakan melalui inovasi, yang akan menghilangkan kesenjangan regional, usia, jenis kelamin, dan bahasa, dan memungkinkan penyediaan produk dan layanan yang dirancang secara halus untuk beragam kebutuhan individu.

Tetapi, saya memiliki keyakinan, bahwa jikalau Ki Hadjar Dewantara masih hidup dan menyaksikan tantangan pendidikan yang disruptif sedemikian rupa di hari ini, Beliau tak akan terkejut.

Futurolog Alvin Toffler dalam bukunya bertajuk Third Wave (1980) dan Future Shock (1970), sudah sempat memprediksi hal ini. Menjelaskan hambatan dan tantangan dunia yang digelisahkan banyak orang, termasuk secara implisit telah memprediksi kedatangan gelombang keempat yang ternyata terbukti pada era milenium.

Wacana gelombang keempat sesungguhnya bukan hal baru dalam tiap “pergantian peradaban”. Kita tahu gelombang pertama dan kedua telah lewat sejak abad ke-18 sampai ke-19. Selama ilmu pengetahuan dikembangkan terus-menerus hingga menjadi teknologi tepat guna maka ia akan berdampak signifikan terhadap peta kehidupan manusia. Semuanya ini bermula dari temuan saintifik yang pada gilirannya mengubah total relasi antarmasyarakat internasional.

Dunia pendidikan harus merespon kehadiran teknologi informasi dan komunikasi dalam lanskap Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0 dengan tangan terbuka. Meskipun demikian, pendidikan tak seharusnya semata-mata bergantung pada temuan termutakhir itu. Pendidikan dan teknologi berbasis digital mesti diposisikan secara dialektis, bukan saling bergantung, apalagi cenderung mengintervensi. Inilah yang seharusnya menjadi basis paradigma pendidikan, baik secara teoretis maupun praktis, yakni tetap dinamis menerima perubahan tapi harus senantiasa mengakar kuat pada kepribadian bangsa Indonesia.

Kebijakan Pendidikan yang Membebaskan
Ki Hajar Dewantara juga tak kan terkejut, karena beliau telah memberikan kita tauladan serta arahan yang tak lekang oleh zaman. Bapak Pendidikan Nasional kita juga tak kalah disruptif untuk sistem sosial di era tersebut.

Pada waktu itu, para pribumi yang dapat mengakses pendidikan sehingga mampu melakukan mobilitas vertikal – di bawah Pendatang Eropa dan Timur Asing – cukup mengganggu kaum penjajah.

Pada saat ini, pendidikan yang bersifat ing ngarso sung tuladha (di depan memberi teladan), ing madya mangun karsa (yang di tengah membangun semangat atau motivasi), tut wuri handayani (yang di belakang memberi dorongan), wajib kita elaborasikan dengan semangat 4C. Creativity atau kreativitas menjadi C yang pertama, lewat mengasah otak anak untuk terlatih dan dilatih. Diarahkan untuk berkarya sesuai kreativitas mereka. Pendidikan hadir untuk memberikan teladan, motivasi, dan dorongan yang penting untuk berkreasi dan berinovasi. Bukan justru membatasi inovasi.

Critical thinking atau berpikir kritis, menjadi C yang kedua. Kemampuan berpikir kritis kepada anak mampu menangkal paham-paham radikal yang dapat ditangkap otak sebagai ide yang tidak masuk akal. Bersama dengan Communication atau komunikasi menjadi C yang ketiga, dan colaboration atau kolaborasi sebagai C yang keempat, pendidikan diharapkan terjadi oleh dan kepada setiap elemen masyarakat. Sekaligus menghadirkan ilmu-ilmu yang diperlukan untuk menyiapkan diri menuju persaingan bebas.

Dari filsafah tersebut, pendidikan diharapkan mampu menjalankan kewajibannya, menyiapkan peserta didik agar cerdas menghadapi sharing economy era di dunia global. Artinya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki kecerdasan sosial untuk melakukan terobosan dalam dunia bisnis yang tren sekarang didasarkan atas kolaborasi ekonomi. Sederhananya, lulusan universitas harus melek akan konstelasi unicorn di Indonesia maupun internasional seperti bagaimana bukalapak bekerja, tokopedia menawarkan mekanisme pasar, traveloka memberi kemudahan memesan jasa transportasi, dan gojek atau grab yang meringankan pribadi dalam mobilitas maupun konsumsi. Contoh-contoh tersebut membuka peluang besar bagi lulusan universitas untuk mempelajari konsep product service system, redistribution market, dan collaborative lifestyle.

Semua butir penting itu kemudian bisa direspon dunia pendidikan untuk terbuka luas terhadap massive online open course yang niscaya mengubah paradigma tentang kurikulum, modul, dan platform dalam perkuliahan. Pemerintah Indonesia saat ini sedang menggalakkan sistem pengajaran yang separuh tatap muka dan separuh daring. Dilansir dari Cyber Institute of Indonesia, kini sistem pembelajaran daring telah diterapkan oleh 51 perguruan tinggi dengan 1268 modul. Sementara untuk Indonesia Research and Education Network sudah dilakukan 80 perguruan tinggi dengan 1.268 modul. Jumlah ini kian melejit seiring dengan persiapan dan kesiapan masing-masing perguruan tinggi di bawah naungan Kemenristekdikti yang didorong untuk melakukan program Blended Learning dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Bagaimana seharusnya merespon tantangan kebijakan pendidikan di era gelombang ini? UNY telah turut melaksanakan program-program online kolaboratif tersebut. Eksekusinya kemudian dikolaborasikan dengan segala muatan pembelajaran yang memenuhi kompetensi yang berbasiskan pikiran kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, keingintahuan, inisiasi, tekad, empati, dan adaptabilitas. Semua elemen kecakapan tersebut harus dikerangkakan dalam kecerdasan literasi yang meliputi membaca dan menulis kritis, numerasi, literasi sains, kemampuan teknologi informasi dan komunikasi, kecakapan berbahasa internasional, kesadaran kultural dan warga negara, dan berpikir logis.

INOVASI UNY UNTUK MAKING INDONESIA 4.0
Mengabdi untuk Pencerdasan Kehidupan Bangsa
Untuk memastikan nilai dan program-program terlaksana, UNY melaksanakan setiap kegiatannya dengan merujuk pada dokumen Rencana Strategis (Renstra) UNY 2015-2019. Tahun 2019 ini, tujuan inovasi pendidikan untuk Indonesia diejawantahkan melalui sepuluh sasaran startegis sebagai berikut: Pertama, kualitas pembelajaran dan kemahasiswaan. Kedua, implementasi pendidikan karakter. Ketiga, kualitas kelembagaan. Keempat, relevansi dan produktivitas riset dan pengembangan. Kelima, relevansi dan produktivitas pengabdian pada masyarakat. Keenam, kapasitas inovatif. Ketujuh, sarana daya pendukung. Kedelapan, relevansi, kualitas, dan kuantitas sumber daya manusia. Kesembilan, kinerja dan akuntabilitas keuangan. Kesepuluh, tata kelola, kualitas layanan, dan dukungan yang baik serta maksimal pada semua unit.

Dalam strategi perumusan peningkatan kualitas pembelajaran dan kemahasiswaan, UNY tidak hanya memacu diri untuk meningkatkan kuantitas mahasiswa dan IPK mereka, tetapi juga aspek kualitatif dengan tiga program, yakni (1) kualitas pembelajaran melampaui standar nasional pendidikan tinggi; (2) kualitas kemahasiswaan dan alumni; dan (3) harmoni tridharma pendidikan tinggi dalam pembelajaran.

Poin program ini diejawantahkan menjadi beberapa indikator, di antaranya: pertama, indikator mengenai rasio afirmasi. Afirmasi yang dimaksudkan di sini meliputi presentase jumlah mahasiswa yang membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) I, UKT II, dan Bidik Misi dengan jumlah mahasiswa S-1 maupun diploma. Program afirmasi diharapkan memperluas akses bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan studi, tetapi memiliki keterbatasan ekonomi, geografi, bencana, kondisi sosial-budaya, dan latar belakang sejarah khusus yang dialami masyarakat. UNY bertujuan agar program afirmasi bermakna strategis untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Keutuhan ini ditandai dengan pemerataan tingkat pendidikan sehingga kesejahteraan sosial dapat tercapai.

Pada tahun akademik 2018/2019 UNY menargetkan rasio afirmasi sebesar 25%, tercapai 27,90%. Rasio afirmasi diperoleh dari penerima beasiswa bidikmisi, kelompok UKT I, dan kelompok UKT II. Kelomopok UKT I dengan uang kuliah sebesar 500 ribu rupiah setiap semesternya, terdapat sebanyak 1.256 orang, mahasiswa kelompok UKT II yang membayar satu juta rupiah tiap semester sebanyak 642 orang, dan Bidikmisi sebanyak 4.618 orang. Besarnya jumlah mahasiswa Bidikmisi sebagai bagian dari mahasiswa afirmasi yang menjadi bagian dari keluarga UNY, menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan Pemerintah terhadap UNY untuk mengelola beasiswa tersebut.

Meningkatkan Derajat Hidup
Dengan afirmasi, UNY selalu menekankan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran dan kegiatan kemahasiswaan tidak saja untuk golongan tertentu, tetapi pada semua lapisan masyarakat. Mereka yang cerdas, ingin tercerdaskan, dan memiliki keinginan untuk terus berkompetisi, akan selalu disambut di UNY dengan tangan terbuka. Yakinlah, bahwa bidikmisi dan segala program berbasis afirmatif, siap menyambut kalian yang benar-benar membutuhkan. Senyampang Pemerintah saat ini sedang menghitung dan mempersiapkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, UNY juga menegaskan prinsip kesiapan untuk menjalankan program tersebut sebagai bagian dari kerja mencerdaskan kehidupan bangsa.

Karena pada hakikatnya, kehadiran keadilan dalam pendidikan diharapkan dapat menghadirkan kesejahteraan. Sejalan dengan posisi pendidikan yang digariskan oleh Allah sebagai sarana penting untuk meningkatkan kualitas dan derajat diri. Dengan pendidikan, manusia di masa modern ini dapat mengakses lapangan pekerjaan bahkan berwirausaha dan bermanfaat bagi bangsa.

Dari situlah, UNY memiliki indikator kedua dalam peningkatan kualitas kemahasiswaan, berupa rerata masa tunggu lulusan kampus ini untuk mendapatkan kerja sesuai bidang studi selama enam bulan. Ukuran untuk melihat presentase ini diperoleh dari hasil tracer study yang dilakukan Pusat Karier. Hasil tracer study yang menunjukkan presentase lulusan yang langsung bekerja pada tahun 2018 belum terealisasi. Hasilnya sebesar 73,47% dari target 75%. Lulusan UNY cukup dibutuhkan di dunia kerja. Namun demikian dukungan program hiring, jobfair, dan bimbingan karier yang dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Karier LPPMP UNY perlu terus ditingkatkan.

Dalam bekerja, bekal keilmuan tidak hanya disalurkan melalui kegiatan intrakurikuler. Namun juga dilengkapi dengan keberadaan sertifikasi kompetensi sebagai indikator ketiga, yang menghitung besaran lulusan UNY yang bersertifikat kompetensi. Data tersebut diperoleh dari lulusan yang meraih sertifikat kompetensi. Urgensi sertifikat kompetensi ini guna membekali lulusan di dunia kerja. Sertifikat kompetensi guru misalnya, bermanfaat untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai pendidik dan penguasaannya dalam bidang studi. Sedangkan bagi lulusan nonkependidikan, dengan sertifikat kompetensi ini makin menunjukkan profesionalismenya di dunia kerja.

Sertifikasi kompetensi diselenggarakan oleh panitia nasional yang ditetapkan Kemenristekdikti, organisasi profesi, dan lembaga sertifikasi terakreditasi. Bagi lulusan UNY, sertifikat kompetensi ini juga berfungsi untuk standardisasi daya saing di dunia kerja, baik pada level nasional, regional, maupun internasional. Tahun 2018 capaian presentase lulusan bersertifikat kompetensi mencapai 85,87% atau melebihi 5,87% dari target 80%, sehingga capaiannya adalah 107,34%. Capaian tersebut diperkuat dengan kondisi program studi di UNY yang telah berkerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Memajukan Profesi Guru
Sebagai kampus pendidikan tinggi keguruan, UNY juga memiliki tugas negara untuk menghasilkan guru yang profesional. Jumlah lulusan Program Profesi Guru (PPG) menjadi indikator keempat. Tahun 2018 UNY menyelenggarakan PPG Prajabatan sebanyak 330 peserta dan PPG dalam Jabatan 1.595 peserta. Sementara PPG Guru Daerah Khusus sebanyak 292 peserta dan PPG SM-3T sejumlah 287 peserta. Total keseluruhannya sebanyak 2.504 peserta dan peserta yang lulus sebanyak 1.732 peserta.

Pada triwulan I (Januari-April) 2019, jumlah lulusan PPG sebanyak 357 orang. Jumlah itu merupakan gabungan dari PPG Jabatan Gurdasus 61 orang, PPG Jabatan Kuota Tambahan tahap II sebanyak 20 orang, PPG dalam Jabatan tahap I sebanyak 75 orang, tahap II sebanyak 124 orang, PPG Prajabatan Bersubsidi tahap I sebanyak 3 orang, tahap II sebanyak 31 orang, PPG SM-3T angkatan V sebanyak 2 orang, dan angkatan VI sebanyak 41 orang. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terdapat peningkatan yang cukup signifikan.

Dalam tataran produktivitas riset, UNY menghasilkan 53 judul penelitian yang berorientasi pada pengembangan pendidikan guru dan ilmu pendidikan di sepanjang tahun 2018. Sesuai dengan data tracer study, terdapat dua dari 20 alumni yang langsung berprofesi sebagai guru dengan rerata waktu tunggu dua bulan, sertifikat kompetensi sekaligus inovasi pembelajaran yang dihasilkan UNY akan menambah kemampuan guru terutama dalam penguasaan bidang studi dan pedagogisnya.

Tak salah kiranya, Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Muhammad Jusuf Kalla, dalam Seminar Nasional Dies Natalis UNY ke-55 mengatakan UNY yang 70 persen lulusannya menjadi guru dititipi peran besar dan amanah khusus untuk memajukan pendidikan lewat inovasi. Karena apa yang akan diajarkan para guru lulusan UNY, akan ditransfer ke anak-cucu kita dan baru akan ditunaikan dalam karir mereka paling lambat lima sampai sepuluh tahun ke depan.

Karakter Menggerakkan Peradaban
Implementasi pendidikan karakter berjati diri Indonesia tak bisa dilepaskan dari bagaimana bangsa ini harus meletakkan pondasi peradabannya. Secara historis sebagai perguruan tinggi kependidikan, UNY memiliki Jurusan PKnH dan Pendidikan Sejarah yang telah lama berkutat pada isu-isu ini. Sebagai bagian dari Fakultas Ilmu Sosial, jurusan ini juga dengan bangga memiliki sosok kaliber nasional seperti Prof. Ahmad Syafii Maarif, dan Prof. Lafran Pane yang tahun lalu dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Akan tetapi, UNY memahami bahwa karakter tak bisa digerakkan hanya dari dua bidang studi saja, maka UNY memiliki Pusat Pendidikan Karakter dan Pengembangan Kultur. Sejalan dengan pelaksanaan pendidikan karakter yang mulai berkembang dalam kurikulum sekolah, UNY tidak boleh ketinggalan mendidik calon guru yang memiliki kompetensi serupa. Karena karakter yang ditanamkan para guru, lalu termanifestasi dalam keunggulan luhur para siswa yang kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, mampu menggerakkan ke mana peradaban Indonesia bergerak.

Di sinilah strategi kedua berupa implementasi pendidikan karakter, menjadi tak terelakkan bagi UNY dalam melakukan Inovasi Pendidikan untuk Indonesia. Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi (PSPK) UNY, yang Juni nanti akan menginjak usia dua tahun, menjadi salah satu bukti kontribusi UNY di bidang penguatan karakter. Tiga hal menjadi konsep atau ruang lingkup PSPK LPPM UNY dalam pendiriannya. Pertama, bersifat multidisiplin karena Pancasila adalah multidiplin sehingga dari semua jurusan bisa mengisi atau mengkaji nilai-nilai Pancasila di Pusat Studi. Kedua, memberikan sumbangsih di dalam kerangka pendidikan pada perguruan tinggi setidaknya pada, Pendidikan Pancasila di UNY. Ketiga, sebagai bagian dari UNY sebagai LPTK juga perlu berperan dalam pendidikan dasar dan menengah melalui kajian, pengembangan dan pengimplementasian pendidikan dasar dan menengah.

Pada 2018 UNY telah menghasilkan 25 judul riset tentang Pancasila. Penelitian tersebut berupa model-model pembelajaran, yang direncanakan melalui sekolah mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Selain itu juga hadir buku inovasi pembelajaran dalam Mata Kuliah Umum Pendidikan Pancasila, maupun dalam implementasi Pancasila dalam keseharian di UNY.

Indikator lain dalam mengimplementasikan pendidikan karakter dapat ditilik dari keberadaan 76 prodi yang telah menerapkan instrumen untuk mengamati upaya penanaman nilai sesuai visi UNY dan jati diri Indonesia dalam perkuliahan, serta menerapkannya kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus.

Semua hal tersebut kemudian dilengkapi dengan pengembangan media pendidikan karakter, yang dimotori oleh Museum Pendidikan Indonesia. Antusiasme masyarakat umum khususnya siswa dari berbagai sekolah yang datang untuk mempelajari sains dan teknologi dari zaman ke zaman, menjadi daya dorong untuk menjadikan Museum Pendidikan Indonesia sebagai salah satu rintisan taman sains dan teknologi yang berada di dalam ruangan.

Pengetahuan IPTEKS yang disertai dengan penekanan atas karakter Pancasila, dapat memastikan ilmu pengetahuan yang dimiliki bangsa ini digerakkan untuk peradaban yang menyejahterakan dan memenuhi cita-cita bangsa.

Bekerja sama untuk Bangsa
Dalam meraih kesuksesan inovasi pendididkan untuk Indonesia, UNY tak bisa bergerak sendiri. Pepatah bijak dari negeri barat mengatakan, berjalanlah sendiri jika kau ingin cepat. Tetapi jika yang dikehendaki adalah berjalan jauh, bersama dan sinergi menjadi kuncinya. If you want to walk fast, walk alone, but if you want to walk far, walk together!

Hal inilah yang melatarbelakangi strategi ketiga berupa kualitas kelembagaan. Dengan kerja-kerja keras, prestasi institusi seperti Peringkat 11 Perguruan Tinggi Nasional versi Kemristekdikti, Akreditasi A Institusi, dan keberadaan di kluster satu telah berhasil direngkuh. Akreditasi program studi berhasil diraih akreditasi A ada 65 (63,7%) prodi dan B ada 37 (36,8%) prodi, sedangkan 8 progran studi baru sedang dalam proses penerimaan mahasiswa baru dan proses menuju akreditasi setelah dua tahun berjalan. Namun bagi kita warga UNY, capaian itu harus terus ditingkatkan menuju semua prodi terakreditasi A.

Visi UNY menyematkan asa UNY agar mampu berkelas dunia di tahun 2025, sehingga, prestasi nasional tak boleh membuat kita puas. Untuk itulah sinergi antara UNY dengan institusi lain di luar negeri hadir. Dalam bentuk naskah kerja sama (Memorandum of Understanding), dan Perjanjian Kerja sama (Memorandum of Agreement), yang kemudian diterjemahkan lewat aksi nyata, UNY terus menggunakan peluang dalam setiap kerja sama untuk kemajuan institusi dan kemajuan bangsa.

Pada saat ini, secara akumulasi, UNY memiliki sejumlah 113 MoU dengan institusi di dalam negeri, dan 58 dengan institusi di luar negeri. Sebagian besar dari MoU ini aktif dilaksanakan. Hasilnya, UNY mampu bersama institusi mitra menggelar tiga program double degree per tahun akademik 2018/2019, yaitu prodi S2 Teknologi Pembelajaran National Central University (NCU) di Taiwan (dengan lulusan 4 mahasiswa, dan sebanyak 2 mahasiswa masih aktif), dan S2 Pendidikan Teknik Elektro dan Informatika NCU, Taiwan (memiliki 2 mahasiswa masih aktif). Selain itu, juga ada Prodi S3 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan yang bekerja sama dengan TU Dresden Jerman dan telah berlangsung sejak tahun 2012.

Selain itu, UNY juga menerima mahasiswa internasional dari berbagai skema beasiswa dari KNB atau Darmasiswa, beasiswa dari universitas mitra, serta mandiri (swadana). Pada tahun akademik 2018/2019, UNY juga membuka program beasiswa untuk mahasiswa internasional, yang bernama Yogyakarta State University-Distinguished International Student Scholarship (YSU-DISS). Di UNY, mahasiswa tersebut dapat mengambil program pendidikan satu tahun seperti Bahasa Indonesia Penutur Asing yang digelar Kemdikbud, transfer kredit, atau program reguler. Program transfer kredit inilah yang melesatkan jumlah mahasiswa internasional khusus di FBS, sampai 29 orang dari Yunnan University Nationalies dan Guangdong University of Foreign Studies, China.

Kerja sama ini hendak dilanjutkan lewat UNY yang selama tahun 2018 juga melakukan diplomasi ke berbagai universitas di luar negeri untuk menawarkan penyusunan kurikulum bersama (joint-curriculum). Tercatat sebanyak 14 prodi telah melaksanakan kegiatan perintisan joint-curriculum dengan universitas di luar negeri.

Meskipun belum menghasilkan kesepakatan untuk melaksanakan program pendidikan bersama layaknya double degree, perintisan joint curriculum ini membuka pintu untuk pengembangan internasionalisasi prodi di UNY di tahun ke depan. Sekaligus menjadi simbol bahwa minat untuk melaksanakan program ini cukup tinggi.

Keberadaan joint curriculum juga mendukung UNY dalam peningkatan program studi terakreditasi internasional. Ada delapan program studi yang telah menyusun Self Assessment Report (SAR) untuk mendapatkan pengakuan dari Asean University Network–Quality Assurance. Dari kedelapan prodi ini, empat di antaranya telah mendaftar untuk dinilai, antara lain Pendidikan Matematika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Teknik Elektronika, dan Pendidikan Teknik Elektro yang akan divisitasi oleh AUN-QA pada Januari 2020. Sedangkan empat prodi lainnya masih pada tahap finalisasi, yaitu Pendidikan Geografi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Seni Kriya dan Pendidikan Luar Biasa.

Pada tahun 2019, UNY juga telah mempersiapkan diri untuk mengantarkan 17 prodi memperoleh akreditasi internasional dari lembaga ASIIN dari Jerman, dan 26 prodi untuk menyabet akreditasi ASIC dari Inggris. Pada tahun 2019 diharapkan prodi-prodi ini dapat menyelesaikan persiapan ini sehingga dapat memperoleh akreditasi internasional.

PELAKSANAAN TRIDHARMA PT
Meneliti dan Memajukan Bangsa
Kerja sama menghasilkan kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang makin maju. Tiga aspek tridharma tersebut, kemudian menjadi bagian dari sasaran strategis keempat, kelima, dan keenam UNY. Guna menempatkan pencapaian produktivitas tridharma sejalan dengan kebutuhan mahasiswa, masyarakat, dan tantangan zaman.

Inilah yang saya maksudkan dengan sebutan “Tridharma 4.0” dan sosiety 5.0. Tantangan zaman dan perubahan lansekap sosial yang luar biasa, membutuhkan peningkatan produktivitas berbasis Tridharma yang tidak boleh biasa-biasa saja. Harus relevan dan siap menghadapi era 4.0 dan sosiety 5.0. Publikasi internasional menjadi salah satu perhatian utama dalam Tridharma 4.0 dan sosiety 5.0 tersebut. Dengan publikasi, UNY tidak hanya ingin menghadirkan diri sebagai perguruan tinggi yang bercokol di peringkat tinggi dalam jajaran perguruan tinggi nasional ataupun dunia, tetapi juga untuk kemanfaatan masyarakat luas. Karena kampus ini memiliki aspirasi untuk berkontribusi bagi pengembangan bangsa, sekaligus bidang keilmuan yang menjadi fokus dari masing-masing ilmu yang menjadi topik penelitian. Dengan demikian, UNY dapat bermanfaat lebih luas.

Posisi bulan Mei 2019, UNY berhasil merilis di google sebanyak 25.165 dokumen. Artikel-artikel tersebut menghadirkan inspirasi bagi 117.140 sitasi atas karya-karya scholar lain di penjuru muka bumi, yang memilih untuk mengutip dan mengembangkan karya-karya sivitas akademika UNY. Sedangkan di Scopus sebanyak 652 dokumen dengan jumlah sitasi sebanyak 3.343.

Publikasi ini telah mengantarkan UNY melewati angka 300 publikasi internasional terindeks Scopus, ambang batas yang dibutuhkan untuk masuk dalam pemeringkatan QS, sehingga mengantarkan UNY untuk pertama kalinya mencatatkan diri di peringkat 451-500 QS Asia.

Hingga tahun 2017 UNY masih terbatas menerbitkan artikel di jurnal internasional/global, pada tahun 2018, UNY menerbitkan 24 jurnal internasional/global, dengan satu jurnal terindeks internasional berepurtasi scopus (Cakrawala Pendidikan), dan sebagian besar di antaranya merupakan proseding dari seminar internasional yang secara konsisten dan berkelanjutan digelar oleh UNY.

Capaian dalam rilis Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) tahun 2018 dan sampai awal Mei 2019 telah tercapai 547 (2018 ada 425 dan Mei 2019 ada 122 HAKI), juga melonjak tajam dari capaian di tahun 2016 yang baru berjumlah 39 unit dan tahun 2017 ada 273 unit. UNY juga telah memiliki 54 produk inovasi dengan kesiapterapan tinggi, 16 penelitian di antaranya telah dimanfaatkan masyarakat secara nyata. Kemampuan UNY dalam menghasilkan produk-produk konkrit ini, hadir dari keberhasilan merintis prototipe R&D dan 11 industri pada tahun 2018, melonjak 310% dan 550% dibandingkan target capaian dan angka di tahun sebelumnya.

Pencapaian riset dan pengabdian masyarakat tersebut juga hal tersebut tak bisa dilepaskan dari keberadaan jumlah pendanaan yang dianggarkan oleh UNY. Pada 2018, UNY merealisasikan 12,92% anggaran belanjanya untuk penelitian. Menandakan fokus penting penelitian bagi capaian kinerja universitas. Selain didanai melalui anggaran belanja, satu penelitian dan satu program pengabdian pada masyarakat juga didanai oleh kerja sama nasional dan internasional.

Angka-angka itu, walaupun patut untuk dibanggakan sebagai kerja keras UNY, harus diingat hanya sebagai capaian sementara. Target di tahun 2019 telah ditetapkan lebih tinggi lagi. Karena, tidak boleh ada kata berhenti bagi UNY untuk terus meningkatkan kebermanfaatan lewat Tridharma.

Infrastuktur Penguat Tridharma
Untuk menghadirkan kualitas pendidikan yang baik, sarana daya pendukung juga tak kalah penting seiring sentralnya peran infrastuktur dalam menguatkan pelaksanaan kegiatan Tridharma. Per tahun 2018, UNY telah memiliki 410 ruang laboratorium dan mampu memenuhi 90% sarana prasarana pendukung yang dibutuhkannya.

Penyelenggaraan ruang laboratorium yang makin mapan di UNY, tak bisa dilepaskan dari 12 gedung laboratorium hasil pembangunan dari anggaran Loan IsDB yang telah diselesaikan pembangunannya pada Oktober 2018 lalu, dan diresmikan pada bulan Maret 2019 oleh Bapak Menteri Ristekdikti. Gedung laboratorium tersebut tersebar di seluruh fakultas kampus Karangmalang dengan masing-masing gedung terdiri atas beberapa ruang laboratorium, serta memiliki spesialisasi risetnya tersendiri.

Di Laboratorium Ekonomi dan Bisnis misalnya, UNY memiliki Laboratorium Komputer, Laboratorium Pasar Saham (Stock Exchange), Laboratorium Akuntansi Manual, Laboratorium Audit, Laboratorium Simulasi Perkantoran, Laboratorium Micro Teaching, dan Laboratorium Mesin Perkantoran. Keseluruhan laboratorium tersebut memiliki kapasitas kurang lebih 400 mahasiswa. Gedung IsDB ini dilengkapi dua gedung yang didanai dengan rupiah murni yaitu Gedung Laboratorium Seni Musik dan Tari (diresmikan tahun 2015) dan Gedung Perpustakaan Digital (Digital Library) diresmikan pada tahun 2018.

Untuk mengoptimalkan laboratorium, sarana pendukung berupa alat-alat laboratorium juga terus dipacu pengadaannya. Tahun 2018, baru 35% sarana pendukung berupa fixture dan furniture telah tersedia. Proses pengadaan peralatan laboratorium di tahun 2019 telah terlaksana, kontrak ditandatangani pada awal Maret 2019. Awal bulan Mei 2019 sebagian peralatan sudah datang, ditargetkan akhir Agustus 2019 seluruh peralatan sudah terinstall, sehingga mulai awal tahun akademik 2019 sudah dapat digunakan.

Selain itu, pembangunan melalui dana Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), termasuk dari Uang Pangkal Pengembangan Akademik (UPPA) yang dikenakan secara sukarela kepada mahasiswa baru jalur seleksi mandiri, juga mencatatkan capaian indikator pembangunan di atas target.

Gedung Pascasarjana misalnya, pada Sabtu 4 Mei 2019 yang lalu telah diresmikan oleh Wakil Presiden Bapak Dr (HC) Muhammad Jusuf Kalla. Dalam peresmiannya, beliau berpesan kepada UNY untuk menjadikan gedung ini sebagai momentum UNY terus memiliki paradigma futuristik lewat inovasi pendidikan yang dicetuskannya. Karena pendidikan bukanlah museum yang bertujuan mengenang sesuatu, tapi menyiapkan kompetensi untuk menghadapi tantangan masa depan.

Dalam rangka green campus, UNY telah menata taman depan gedung rektorat tahap satu (yang akan dilanjutkan tahap dua pada tahun 2019) dan gedung parkir terpadu. Sedangkan gedung Layanan Alumni UNY tahap satu terlaksana dengan baik, akan selesai pada tahun 2019. Demikian juga gedung pembinaan karakter mahasiswa akan diselesaikan tahun 2019 ini.

Teknologi Berlandaskan Semangat Smart & Smile
Dukungan manajemen operasional juga tak kalah penting untuk menjamin keberlangsungan dan pelaksanaan tugas fungsi universitas. Teknologi informasi kemudian menjadi tools yang selama ini juga dimanfaatkan oleh UNY untuk menghadirkan peningkatan produktivitas serta pelayanan prima bagi civitas akademika dan masyarakat.

Pada tahun 2018, dimantapkan pengembangan sistem informasi dan budaya kerja berbasis TI dengan diterbitkannya Peraturan Rektor No. 15 Tahun 2018 tentang Layanan Sistem Informasi dan Electronic Services (E-Services) Universitas Negeri Yogyakarta. Sistem informasi dan layanan berbasis elektronik (e-services) UNY telah dicanangkan sejumlah 42 sistem informasi dan layanan berbasis elektronik, dibagi menjadi 5 (lima) kategori kelompok sistem.

Pertama, kategori pendidikan, yang terdiri dari: (a) sistem informasi penerimaan mahasiswa baru (SiPMB), (b) system registrasi, (c) sistem jadwal kuliah, (d) sistem presensi kuliah, (e) sistem yudisium dan wisuda, (f) sistem perpustakaan terpadu, (g) monitoring dan evaluasi perkuliahan (e-monev kuliah), (h) pro-tefl, be-smart, e-service (akademik), (i) e-bimbingan, (j) sistem informasi akreditasi portal PPG, dan (k) sistem layanan pusat bahasa.

Kedua, kategori penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terdiri dari: (a) sistem informasi penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dan (b) sistem informasi publikasi.

Ketiga, kategori kemahasiswaan dan alumni, yang terdiri dari: (a) Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), (b) sistem informasi alumni, (c) sistem prestasi mahasiswa, (d) sistem PKM dan beasiswa, dan (f) sistem legalisasi online.

Keempat, kategori kerja sama, berupa sistem simitra.

Kelima, kategori sistem penunjang manajemen perguruan tinggi (Management Support System), yang terdiri: (a) sistem informasi keuangan, (b) sistem informasi sarana prasarana, (c) sistem informasi administrasi pegawai, (d) sistem informasi persuratan dan kearsipan, (e) staff site, (f) sistem informasi sasaran kinerja pegawai, (g) sistem informasi presensi pegawai, (h) sistem remunerasi, (i) jadwal rapat pimpinan, (j) system informasi produk hukum, (k) sistem informasi penentuan UKT, (l) sistem informasi tagihan, (m) e-laporan, (n) sistem perencanaan, (o) sistem informasi anggaran dan sistem informasi pajak (SIPA), (p) sistem laporan capaian kinerja, (q) si-borang akreditasi, dan (r) sistem informasi manajemen kearsipan.

Semangat pelayanan yang ingin UNY bangun dari utilisasi teknologi informasi tersebut, berlandaskan prinsip Smart and Smile. Makna dibaliknya, adalah penekanan bahwa manajemen UNY selayaknya dilakukan dengan penekanan atas keterbukaan, kebersamaan, serta kenyamanan kepada setiap orang yang dilayani. Smart artinya pelayanan yang cerdas, dan smile artinya pelayanan yang ramah, santun, serta membahagiakan.

Penggunaan teknologi mampu menghadirkan kenyamanan tersebut. Dalam proses legalisasi ijazah misalnya, para alumni yang sudah melalangbuana ke penjuru Indonesia tidak perlu datang jauh-jauh kembali ke Karangmalang hanya untuk mengurus legalisasi ijazah. Cukup buka website Simfoni UNY, memasukkan data ijazah, lalu membayar biaya sesuai Peraturan Rektor dan ongkos kirim kilat khusus di POS atau jasa kurir lainnya; legalisasi ijazah akan diproses oleh petugas. Pengguna pelayanan senang, nyaman, dan dengan adanya teknologi juga memudahkan tenaga kependidikan yang melayani.

Kinerja dan Tata Kelola Pendukung Tridharma
Dalam mewujudkan Tridharma secara optimal, tata kelola dan layanan yang baik berbasis good governance juga penting untuk menunjang pelaksanaan otonomi perguruan tinggi. Penyampaian hasil kerja secara akuntabel dan transparan melalui peningkatan kualitas SDM, kinerja dan akuntabilitas keuangan, dan kualitas layanan dan dukungan, menjadi sasaran strategis kedelapan, kesembilan, dan kesepuluh yang berkaitan dengan tujuan ini.

Dalam audit laporan keuangan yang dilaksanakan oleh Kantor Auditor Publik, UNY pada tahun 2018 kembali mencatatkan capaian opini tertinggi yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini penilaian laporan WTP ini secara konsisten dalam kerangka continuity and change, telah berlangsung sejak tahun 2009. Hal ini menandakan UNY mampu memenuhi tiga aspek laporan yaitu: (1) keuangan, (2) kinerja, dan (3) kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hal-hal yang mendukung tercapainya opini WTP terhadap Laporan Keuangan UNY sebagai berikut. Pertama, tersedianya SDM penyusun Laporan Keuangan baik dengan standar PSAK 45 maupun PSAP, serta kemampuan dalam memahami mekanisme pelaksanaan anggaran. Kedua, adanya sosialisasi dan bimbingan teknis dalam penyusunan Laporan Keuangan bagi pelaksana anggaran dan penyusun Laporan Keuangan di UNY sesuai pedoman pengelolaan anggaran negara. Ketiga, adanya pengendalian internal yang memadai dalam pengelolaan anggaran serta dukungan dari semua pihak. Keempat, tersedianya aplikasi komputer yang terintegrasi antara perencananan, pelaksanaan anggaran dan pelaporan keuangan UNY. Kelima, ketepatan waktu dalam menindaklanjuti temuan audit internal maupun eksternal. Keenam, tersedianya kapasitas Satuan Pengawasan Internal (SPI) UNY dalam mengawas pelaksanaan anggaran serta melakukan review Laporan Keuangan.

Predikat akuntabilitas UNY pada tahun 2018 juga mencatatkan UNY memperoleh peringkat BB (Baik).

Dalam bidang keuangan, UNY sebagai Badan Layanan Umum (BLU) juga telah mencatatkan pendapatan PNBP sebesar 250 miliar rupiah di tahun 2018. Hal ini berlanjut pada triwulan I tahun 2019, dimana UNY mencatatkan realisasi PNBP sebesar 24,85 miliar rupiah. Penerimaan PNBP tersebut meningkat pesat dibandingkan tahun 2018, dan melewati target Rencana Strategis UNY sebesar 190 miliar. Pendapatan tersebut kemudian berkontribusi pada 55,71% dari biaya operasional UNY.

Jumlah pendapatan dari Income Generating Activity mencatatkan peningkatan terbesar, yaitu 124,74% dari target capaian. Beberapa pendapatan yang paling besar di antaranya pendapatan UNY Hotel, 1,7 miliar rupiah, dan penyewaan auditorium, sebesar 1,3 miliar rupiah. Untuk mengoptimalkan perolehan tersebut, modernisasi pengelolaan keuangan BLU akan terus dilakukan. Mulai dari optimalisasi website, penyediaan database layanan terpusat, webservice untuk transfer data ke Kementerian Keuangan, dan merealisasikan anggaran belanja secara optimal. Pada tahun 2018, UNY mencatatkan serapan sebesar 705,7 miliar rupiah atau 93,4 % dari target yang telah ditetapkan. Realisasi ini meningkat dari tahun ke-tahun, dimana pada 2016 lalu UNY mencatatkan serapan sebesar 430,3 miliar rupiah atau 81,95% dari target. Ke depan sistem penganggaran akan dikelola secara semakin baik untuk menjaga peningkatan tahunan yang selama ini telah mampu dicapai UNY.

Pada tanggal 24 April 2019 UNY menerima pengharaan dari Menristekdikti berupa Piagam Penghargaan sebagai Unit Kerja PTN Badan Layanan Umum Terbaik Ketiga dalam pelaksanaan program, kegiatan, dan anggaran tahun 2018.

Gerakan “Nolisasi” S2
Dengan kekuatan yang besar, serta fasilitas dan segala peluang yang ada, UNY sebagai salah satu LPTK dan PTN unggulan yang dimiliki negeri ini, hadir pula kewajiban yang besar. With great power, comes great responsibility.

Bagi para dosen, saya tegaskan bahwa kewajiban itu adalah meningkatkan kompetensi S3. Targetnya tidak main-main, UNY menghendaki gerakan nolisasi S2. Semua dosen yang masih bergelar S2, harus sesegera mungkin menempuh studi doktoral. Tuntutlah ilmu sampai bergelar Doktor!

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya kembali menghimbau untuk semua dosen, di usia berapapun, segeralah kembali bersekolah. Apabila dimungkinkan, carilah beasiswa dan peluang studi setinggi-tingginya di luar negeri. Untuk mempercepat studi lanjut, khusus yang usia empat puluh tahun ke atas, UNY akan menyediakan fasilitasi izin belajar sekaligus bantuan biaya pendidikan (berupa bantuan biaya penelitian) secara swadana bagi dosen yang menempuh pascasarjana di kampus-kampus yang terjangkau dengan izin belajar. Katakanlah untuk dosen usia 40 tahun ke atas yang akan mengambil izin belajar dapat mengambil kampus terdekat yang sesuai dengan bidang keilmuan jurusan, seperti UGM, ISI Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga, Undip, UNS, UNNES, dan program khusus pada Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Silakan, jadikan belajar sebagai panggilan jiwa. Kemanapun kaki melangkah, UNY pada prinsipnya akan selalu mendukung keputusan pada dosen untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas dosen. Dampaknya, kualitas universitas dan proses tridharma juga akan maju.

Kondisi awal Mei 2019 jumlah dosen PNS dan CPNS UNY sebanyak 935 orang. Menurut jenjang pendidikan terdiri dari 586 orang (62,7%) berpendidikan S2 dan 349 orang dosen (37,3%) berpendidikan S3. Dosen jenjang S2 yang sedang tugas belajar dan izin belajar jenjang S3 sebanyak 220 orang. Pencapaian ini naik tajam dari posisi dosen S3 di UNY pada 2017 yang masih berada di angka 28%.

Kompetensi keilmuan para dosen ini penting karena QS University Ranking, sebagai acuan UNY dalam meraih asa sebagai LPTK berkelas dunia pada tahun 2025, mempunyai setidak-tidaknya 11 indikator utama untuk AUR dan 6 indikator untuk WUR, mulai dari reputasi akademik (academic reputation), reputasi tenaga kerja (employer reputation), kualitas mahasiswa (faculty student), hingga indikator yang terkait dengan tenaga akademik bergelar doktor, sitasi, publikasi internasional bereputasi, internasionalisasi fakultas dan mahasiswa, hingga kerja sama penelitian maupun pertukaran pelajar berbasis transfer kredit.

Masing-masing indikator tersebut, memiliki rentang nilai nol hingga seratus. Dalam indikator Academic Reputation sebagai salah satu komponen yang memiliki persentase pengaruh penilaian hingga 30% misalnya, UNY pada tahun 2018 baru memperoleh nilai 12,0. Sedangkan dalam indikator terkait kepegawaian berupa jumlah staf akademik bergelar doktoral (Staff with a PhD), UNY hanya memperoleh nilai 1,1. Padahal indikator ini juga memiliki kontribusi cukup signifikan dalam penilaian, yakni 5%.

Itulah mengapa, masih jauh yang harus kami kerjakan. Peningkatan dari SDM S3 dari 28% menjadi 37%, memang cukup pesat dalam kurun waktu dua tahun saja. Akan tetapi, World Class University idealnya memiliki dosen bergelar doktor sejumlah 70%. Inilah mengapa UNY tak boleh ketinggalan, untuk turut berlomba-lomba mendorong studi lanjut para dosen. Dosen CPNS baru wajib harus segera S3.

Nantinya, kompetensi doktoral yang telah dimiliki dosen diproyeksikan tak berhenti pada perolehan gelar saja. Dalam jabatan fungsionalnya, 65 orang (6,84%) dosen di UNY telah menyandang jabatan fungsional professor (guru besar). Angka itu dikehendaki untuk terus meningkat lewat upaya UNY memfasilitasi publikasi dan proses administrasi secara lebih cepat. UNY juga telah menyediakan tim penerjemah sekaligus 28 seminar internasional yang digelar in-house di Yogyakarta pada tahun 2018. Pada tahun 2019, konferensi internasional dengan publikasi terindeks Scopus/Thomson Reuters juga menjadi prioritas utama dan pertama di bidang internasional dan kerjas ama UNY. Sembari memfasilitasi dosen untuk mengikuti seminar internasional yang ada di dalam negeri sebesar-besarnya. Peningkatan dosen S3 juga akan memperkuat program Pasca Sarjana pada progrm studi yang sudah ada dan kemungkinan mengembangkan program studi baru. Dengan tenaga dosen S3, peningkatan kualitas penelitian dan publikasi internasional akan lebih cepat tercapai.

MENGAWAL PRESTASI DAN INTEGRITAS
Guna menjaga capaian sekaligus langkah derap yang sudah beirama padu ini, UNY harus menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik (public trust) secara terus-menerus sebagai bagian dari tugas utamanya dalam menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kepercayaan publik perlu dijaga dan ditingkatkan oleh UNY melalui pengelolaan dan penjagaan standar etik dan integritas. Standar ini perlu dikembangkan dan diolah secara ilmiah, terstruktur, dan rasional agar diterima sebagai sesuatu yang masuk akal oleh segenap civitas akademika.

Integritas ini mengikat segenap warga kampus tanpa terkecuali. Civitas akademika tak boleh melepaskan sikap kesetiaan kepada kebenaran. Di dalam kampus, hal ini terlaksana lewat menghindarkan plagiarisme. Sedangkan di luar kampus, baik sebagai alumni ataupun sebagai bagian dari masyarakat, integritas teguh dipegang lewat kegigihan untuk menjalankan proses sosial yang sesuai dengan kaidah dan norma yang berlaku.

Pepatah bijak lainnya dari negeri barat, juga menyebutkan bahwa tidak ada hal baru di muka bumi ini. There is nothing new under the sun. Namun bukan berarti bahwa ketiadaan hal yang secara otentik baru, membuat inovasi menjadi terbatasi.

Peluang inovasi justru makin lebar karena sifat ilmu pengetahuan yang dinamis. Ia bisa diamati, ditiru, dan dimodifikasi dalam skala tertentu untuk menghasilkan inovasi. Bahkan software seperti Turnitin misalnya, sebagai pendeteksi plagiarisme yang digunakan masyarakat akademik termasuk di UNY, memiliki batasan toleransi kesamaan sekitar 20%.

Inovasi di Mana Saja, Belajar pada Apapun Saja
Ambil contoh Aplikasi Anti Bullying “Konselorku” berbasis Android, yang dibuat Lintang Robbani dan berhasil menyabet Medali Emas Presentasi dan Poster PIMNAS ke-31 yang digelar di UNY. Mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP UNY tersebut, bersama dua rekan timnya, merintis aplikasi yang menyediakan konten-konten penyemangat jiwa bagi mereka yang kerap mengalami perundungan. Mengolah data-data terkait perundungan, aplikasi itu kemudian memiliki fitur assesment yang mampu mendeteksi awal gangguan psikologi atau mental yang dihadapi oleh siswa. Sekaligus menyediakan tombol emergensi yang bisa ditekan kapan saja guna melaporkan kejadian perundungan langsung kepada guru BK di sekolah siswa yang bersangkutan.

Lintang bersama tim, boleh saja menyebut aplikasi ini sebagai implementasi atas idealismenya. Tapi sebagai sebuah aplikasi yang bersentuhan dengan dunia psikologi, ia bukan satu-satunya aplikasi yang tersedia di Android dengan fitur mencegah depresi dan perundungan. Bahkan data Google Playstore menunjukkan, ada ribuan aplikasi bertema serupa.

Yang membuat aplikasi ini unik dan menorehkan prestasi, tanpa tersangkut plagiarisme, adalah kemam¬puan untuk mengamati, meniru, dan memodifikasi dalam skala tertentu. Apa yang sudah ada, termasuk fasilitasnya, diolah kembali dengan kreatifitas, idealisme, serta kemauan tinggi, untuk menghasilkan keberman¬faatan baru. Semangat inilah yang mengilhami dua medali emas berhasil digenggam UNY lewat aplikasi yang dibuat Lintang bersama kawan-kawannya dalam satu tim, dan harus diteladani oleh seluruh civitas UNY tanpa terkecuali.

Bersama dengan total 15 tim yang menjadi kontingen UNY di ajang PIMNAS, mereka semua berkontribusi tak kalah hebat untuk menempatkan UNY ini bercokol di peringkat 5 (lima) nasiomal. Meraih 3 medali emas, 4 medali perak, 2 medali perunggu serta 1 juara favorit, dan melesatkan UNY dari PIMNAS di tahun sebelumnya yang digelar di Makassar dan UNY baru menduduki peringkat 10 besar. Lintang boleh jadi lebih muda. Tapi keteladanan memang tak mengenal usia. Ialah satu dari ribuan mahasiswa berprestasi yang dimiliki UNY. Mewujud sebagai representasi keberhasilan UNY, dalam menanamkan nilai-nilai inovasi serta karakter luhur dalam diri mahasiswanya.

Di tingkat internasional telah berhasil menorehkan tiga prestasi karya inovatif oleg Tim Garuda UNY, yaitu juara 3 kategori urban gasoline, penghargaan safety award dan juara 3 Driver World Champion (berhak mewakili Asia dalam ajang lomba tingkat internasional DWC di London), tim ini dalam Asia Eco Shell Marathon tahun 2019 yang digelar di Malaysia, dapat memecahkan rekor hemat energi tingkat Asia dan dunia dalam kategori urban gasoline dengan capaian 383 km/liter. Penghargaan internasional kedua dalam ajang International Student Car Competition di Korea mendapatkan penghargaan “Best of The Best Hybrid Car”. Penghargaan internasional ketiga adalah pada ajang Student Formula Jepan di Ecopa Sizuka Jepang dengan memperbaiki posisi, capaian overall position 18 dari 105 pesertra, dan 165 dari 555 tim mobil dunia.

Walaupun demikian, UNY tetap harus mengakui adanya pasang surut dan pelajaran berharga bagi dunia pendidikan tinggi ataupun pendidikan secara umum di sepanjang tahun 2018. Kejadian tersebut menguji kita semua sebagai civitas akademika. Meskipun demikian, kejadian-kejadian tersebut harus dimaknai sebagai pelajaran bagi dunia pendidikan untuk menghadirkan karya-karya secara berintegritas dan lebih baik lagi ke depannya. Serta menempatkan tantangan ini sebagai riak laut yang menguatkan kapal layar serta kemampuan kita sebagai nakhoda kemajuan pendidikan bangsa. Alih-alih melemahkan dan membuat kita menyerah.

Tidak ada pilihan bagi UNY bahwa sebagai lembaga pendidikan tinggi, dalam menjalankan mandat Tridharma Perguruan Tinggi, UNY harus menjunjung tinggi etika dan moralitas. Juga memastikan bahwa pihak manapun yang berkolaborasi dengan lembaga ini, menjunjung semangat yang sama.

Etika merupakan rambu-rambu berperilaku (code of conduct) yang berpangkal pada moralitas serta bertujuan mulia. Etika sains—yang merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari integritas akademik—merupakan code of conduct bagi civitas akademika, termasuk tentang bagaimana civitas akademika harus melakukan riset dan pengembangan sains teknologi serta aplikasinya.

Dengan demikian, UNY tegas dalam koridor kepedulian yang sangat tinggi dalam menjunjung tinggi prinsip etika akademis. Komitmen ini diharapkan mampu memastikan universitas memiliki reputasi akademik tinggi dengan tetap menjaga kecermatan dan kehati-hatian. Sekaligus, memberi kerendahan hati untuk mampu merefleksikan setiap kejadian dalam kehidupan berbangsa, dan memaknainya sebagai momentum yang baik untuk memperbaiki tata kelola dalam organisasi UNY.

Karena hanya dengan semangat membangun kampus yang unggul, kreatif, dan inovatif berlandaskan karakter takwa, mandiri, dan cendekialah, UNY memiliki kesempatan untuk terus maju dan memperbaiki organisasinya. Masing-masing nilai ditempatkan saling melengkapi, agar mampu mengantarkan UNY untuk berinovasi dan berkontribusi aktif melaksanakan perubahan dan perbaikan bagi pendidikan Indonesia.

INOVASI Teknologi dan Pembelajaran

PENUTUP

Sebagai penutup, kita perlu senantiasa menegaskan kembali komitmen penyelenggaraan UNY yang berasaskan cita-cita kemajuan pendidikan. Sebagai penjelmaan mutlak hakikat kehidupan berbangsa dan cita-cita para pendiri Republik, seperti diletakkan di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 serta tercermin dalam segala sendi kehidupan berbangsa: komitmen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga landasan Pendidikan Karakter dan Inovasi menjadi tak terelakkan bagi UNY untuk menghadirkan diri tak hanya sebagai universitas kependidikan kelas dunia, sejalan dengan arah kebijakan Kemristekdikti yang menargetkan UNY masuk ke jajaran perguruan tinggi terbaik dunia. Namun juga sebagai universitas yang mampu bermanfaat bagi masyarakat, dan oleh karena kehadirannya negeri ini mampu tercerdaskan.

Sebagai unit kerja di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, maka UNY berkewajiban menunjang penuh tugas dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Sehingga UNY dalam posisinya sebagai institusi akademik, terus bertekad dan memiliki kesempatan untuk terus maju dan mengembangkan organisasinya.

Menapaki tangga World Class University sesuai Rencana Strategis, ke depannya dibutuhkan perjuangan dan kerja keras. UNY telah menetapkan asa untuk bertransformasi dari statusnya saat ini sebagai Badan Layanan Umum (BLU), menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) sesegera mungkin, di tahun 2019 dan 2020. Pada tahun 2021, UNY memiliki kehendak untuk masuk dalam peringkat 1.000 dunia dan 250 Asia versi QS. Puncaknya pada tahun 2025, UNY dapat dengan mantap menempatkan diri di peringkat 500 dunia versi QS. Oleh karena itu, peningkatan reputasi akademik, peningkatan kualitas lulusan untuk memenuhi pasar kerja, sitasi, rasio dosen mahasiswa, internasionalisasi fakultas, internasionalisasi mahasiswa, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, publikasi internasional, karya inovasi, dan tata kelola yang baik harus terus kita tingkatkan.

Di tengah tantangan yang ada, berupa kompleksitas, totalitas, dan ketidakpastian yang mewarnai dinamika masa depan, memerlukan kebesaran hati UNY sekaligus di waktu yang sama kerendahan hati di segenap jiwa institusi ini sekaligus setiap civitas akademikanya. Agar mampu mengedepankan semangat juang dan kesejawatan (esprit de corps), tanggung jawab sosial (social responsibility), dan kompetensi inti (expertise) yang mumpuni agar mampu menghadirkan profesionalitas dan hasil unggul dalam setiap pekerjaan dan pengabdian yang kita laksanakan sebagai bagian dari institusi negara. Menghadirkan pencerdasan kehidupan bangsa lewat menjadi universitas kependidikan yang unggul, kreatif, dan inovatif, berlandaskan nilai-nilai ketakwaan, kemandirian dan kecendekiaan.

Terakhir, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Ristekdikti dan seluruh pejabat terkait Kementerian Ristekdikti atas arahan dan fasilitasi kepada UNY untuk mengembangkan diri menuju universitas unggul; para Rektor pendahulu kami yang telah bekerja keras dan meletakkan dasar-dasar pengembangan UNY; institusi mitra lokal, nasional, dan internasional, termasuk teman sejawat Rektor pada Forum Rektor LPTK dan MRPTNI, yang telah bekerja sama untuk mengembangkan UNY; para pimpinan, dosen, tenaga kependidikan dan para mahasiswa yang telah bahu membahu membangun dan mengembangkan UNY. Mari terus membangun UNY … tradisi prestasi tiada henti!!!

Semoga Allah SWT. menuntun perjalanan UNY ke depan dalam mengawal peradaban baru Indonesia yang sejahtera, maju, dan berdaulat. Aamiin.

Wassalâmu’alaikum warahmatullâhi wabarakâtuh

Rektor,

Sutrisna Wibawa
NIP. 195909011986011002

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here