Home SOSOK SOSOK: Nur Hidayanto, Ketua Umum PIMNAS

SOSOK: Nur Hidayanto, Ketua Umum PIMNAS

352
0

Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, Ph.D., 

 Tempat Tanggal Lahir: Gunungkidul, 22 November 1982 

 Riwayat Pendidikan: 

S1 Pendidikan Bahasa Inggris UNY, 2005 

S2 Penelitian dan Evaluasi Pendidikan UNY, 2010 

S3 University of New South Wales, 2017 

 Jabatan: 

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris UNY (2006-sekarang) 

Staff Ahli Wakil Rektor III (2017-sekarang) 

 

Atas arahan Rektor Prof Sutrisna Wibawa sebagai Pengarah dan Wakil Rektor III UNY Prof Sumaryanto selaku Penanggung Jawab dalam kegiatan PIMNAS ke-31 di UNY, Nur Hidayanto didapuk sebagai Ketua Umum gelaran tersebut. Menjadi pengawal, untuk memastikan UNY sukses penyelenggaraan. 

 ———- 

 Sejak awal kepanitiaan PIMNAS dirumuskan, tiga susunan organisasi langsung dirumuskan. Masing-masing dengan nakhoda, dan fokus gugus tugasnya tersendiri. Dr. Nurtanio Agus Purwanto di kepanitiaan Sukses Prestasi PIMNAS, Dr. Abdul Alim di kepanitiaan Lomba Pendamping PIMNAS, dan Nur Hidayanto Ph.D memimpin pengawalan untuk sukses penyelenggaraan PIMNAS. 

Bagi Nur, tugas tersebut tidaklah ringan. Namun seberat apapun amanah tersebut, hajat besar PIMNAS tak boleh dilakukan sekenanya saja. Oleh karenanya, inovasi senantiasa ditelurkan Nur bersama tim dari UNY dalam setiap detil penyelenggaraan. Termasuk, menyediakan fasilitas dan pelayanan prima, sembari menyelipkan inovasi termutakhir untuk memastikan sukses penyelenggaraan oleh tuan rumah. 

“Semua untuk PIMNAS dan alamamter,” tukas Nur.   

 

Bertugas sambil Belajar 

Sejatinya, Nur pertama kali merasa kaget ketika ditugaskan untuk terlibat dalam menggelar PIMNAS. Karena pada bulan Juni 2017, ia baru didapuk untuk pertama kalinya sebagai Staf Ahli Wakil Rektor III.  

Namun baru satu bulan sesudahnya saat penyelenggaraan PIMNAS ke-30 di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, kehendak UNY untuk melamar sebagai tuan rumah PIMNAS telah diutarakan. Langsung oleh Prof. Sumaryanto sebagai Wakil Rektor III, ketika sarasehan bidang kemahasiswaan. 

“Sudah mulai sounding bahwa UNY melamar. Tentu saya kaget, karena belum paham betul PIMNAS seperti apa. Itu (2017) adalah tahun pertama saya di Kemahasiswaan (sebagai Staf Ahli Wakil Rektor III),” kenang Nur. 

Walaupun belum berpengalaman, manajemen Prof. Sumaryanto selaku Wakil Rektor III diungkapkan oleh Nur sangatlah baik. Sumaryanto memberi arahan serta bimbingan secara komplit kepada Nur, seiring dengan pengalaman beliau berkecimpung di bidang kemahasiswaan dalam waktu yang cukup panjang. Baik sebagai Dekan FIK maupun Wakil Rektor III layaknya saat ini. 

“Dan atas arahan beliau pula, kami mulai diminta untuk membuat proposal,” ungkap Nur. 

Pada akhir tahun 2017, proses pembuatan proposal dimulai. Diikuti dengan visitasi serta konsultasi kepada Ditjen Belmawa selaku penyelenggara PIMNAS. Hingga akhirnya pada awal Januari, telah ada berita bahwa UNY akan dinobatkan sebagai tuan rumah. Tentu bukan informasi resmi. Melainkan sekedar kabar burung di kalangan penyelenggara. 

Guna memantapkan asa UNY untuk menjadi tuan rumah, Nur bersama beberapa punggawa kemahasiswaan sempat ditugaskan ke Kemristekdikti untuk berkonsultasi sekaligus konfirmasi. Ternyata, didapati bahwa informasi tersebut bukanlah kabar burung.  

Melainkan hanya menunggu waktu saja, untuk diresmikan. Karena saat Nur datang, sudah ada draf surat keputusan menteri yang menyatakan bahwa UNY didapuk sebagai tuan rumah. Hanya tinggal menunggu tanda tangan dari sang menteri, yang kebetulan sedang banyak kesibukan. 

“Sembari kami ngobrol tentang persiapan PIMNAS. Sangat panjang. Karena PIMNAS bukanlah hal kecil. Bahkan bisa disebut gawe (hajat) terbesar untuk Belmawa. Sehingga posisi kami saat itu, asal diminta dari atas (Kemristekdikti), kita siap,” ungkap Nur. 

Selepas SK resmi turun di bulan April, UNY dan Nur juga tak menghentikan proses belajar. Salah satu lokasi yang jadi jujugan belajar, addalah Institut Pertanian Bogor (IPB). Kampus tersebut sempat menjadi tuan rumah dalam PIMNAS ke-28 di tahun 2016, dan memiliki prestasi relatif baik dalam PIMNAS. 

Salah satu yang dipelajari dari UNY, adalah kebutuhan Liaison Officer (LO). Setiap universitas, atau bahkan setiap rombongan tim dan tamu undangan, harus punya satu petugas dari UNY guna mendampingi segala kebutuhannya selama kompetisi berlangsung. Itulah mengapa, UNY merekrut hingga 400 LO dari kalangan mahasiswa. 

“LO intensif sejak bulan Juli. Dan dalam praktiknya atas arahan Bapak Rektor, LO tidak hanya mengawal selama PIMNAS. Tapi selama di Jogja, kemanapun bahkan waktu ada yang ingin jalan-jalan, kita dampingi,” ungkap Nur.  

 Pelayanan Prima bagi Semua Delegasi 

Dalam menakhodai pelayanan sebagai tuan rumah PIMNAS, Nur juga senantiasa melaksanakan arahan bahwa fasilitas terbaik harus diperoleh para peserta dalam setiap sesi gelaran. Tak terkecuali, bagi para juri dan tamu undangan. Oleh karenanya, salah satu persiapan yang paling kompleks adalah presentasi. 

Dalam presentasi PIMNAS, dewan juri menghendaki bahwa para mahasiswa peserta lomba tidak diperkenankan menggunakan laptopnya sendiri. Dengan alasan, efisiensi waktu dan keadilan bagi seluruh peserta. Oleh karenanya, UNY harus menyediakan peralatan berupa komputer. Lengkap dengan kabel LAN, proyektor, timer, fasilitas internet (Wi-fi), dan fasilitas komputer tambahan sebagai backup. 

“Itu menurut saya sepele tapi paling kompleks. Peraturan dalam penyelenggaran presentasi juga cukup ketat. Termasuk setting ruangan, juga diatur oleh juri,” kenang Nur. 

Pelayanan prima juga diperjuangkan UNY melalui pemenuhan kehendak tim dewan juri. Pada saat penghujung gelaran PIMNAS, Nur bersama beberapa tim penyelenggara diundang untuk konsultasi bersama Prof. Roni dan tim inti dewan juri. Dewan juri menghendaki bahwa tidak boleh ada kebocoran dalam pengumuman PIMNAS. 

Oleh karenanya, ruangan tabulasi pengumuman PIMNAS tidak boleh dimasuki oleh siapapun kecuali tim inti dewan juri bersama tim IT Belmawa. Begitupula dengan sertifikat juara, yang baru boleh dicetak setelah pengumuman dilangsungkan di atas panggung. Dengan demikian, tidak ada petugas percetakan yang bisa membocorkan hasil PIMNAS. 

“Mendapat permintaan tersebut, saya matur ke Pak WR (Sumaryanto). UNY setuju,” kenang Nur. 

Selepas persetujuan tersebut, Nur bersama Izzudin selaku Koordinator IT hanya bisa menunggu di luar ruang tabulasi. Prof. Roni memegang kunci ruangan juri. Hanya ia yang bisa membuka sekaligus menutup pintu ruangan. Bahkan sempat ketika Prof. Roni keluar ruangan untuk kegiatan lain, tim IT Ditjen Belmawa dikunci di dalam ruangan tersebut dan tidak diizinkan keluar sama sekali. 

“Jadi tim IT harus nunggu setengah jam, untuk bisa keluar. Padahal mau kencing keluar itu. Semuanya demi PIMNAS. Juri puas, panitia lancar, mahasiswa responnya bagus, dan gelaran ini berlangsung secara fair,” kenang Nur. 

 

Inovasi dan Teknologi 

Untuk memastikan pelayanan prima dalam presentasi, salah satu tantangan tambahan dari Prof. Sundani Nurono selaku Ketua Dewan Juri dan Guru Besar ITB, meminta UNY untuk melakukan inovasi dan langkah-langkah terobosan yang basisnya teknologi. Langkah maupun permintaan semacam ini belum pernah ada dalam gelaran PIMNAS sebelumnya. 

Sehingga salah satu inovasi yang tercetus, adalah pembuatan ID Card berbasis elektronik. Dalam setiap ID Card, telah disisipi kode dan kategori delegasi. Misalnya, apakah sebagai panitia, petugas, peserta, atau tamu VIP. Hanya mereka yang berkepentingan di ruangan tersebutlah, yang nantinya bisa lolos scan ID Card untuk memasuki ruangan presentasi. 

“Bahkan pada pelaksanaan hari H, banyak orang yang kedudukannya relatif penting kebetulan tidak bisa masuk ruangan. Ini karena sistem telah didesain sedemikian rupa. Hanya yang berkepentingan, yang bisa scan ID Card lalu boleh masuk,” kenang Nur. 

Inovasi lain untuk memastikan pelayanan prima juga diwujudkan Nur bersama tim dalam bentuk aplikasi android seputar PIMNAS 31. Dipimpin oleh Izzudin selaku koordinator tim IT, Pimnas memiliki aplikasi yang bisa diunduh melalui Google Playstore tersebut guna memudahkan penyediaan beragam informasi seputar kegiatan PIMNAS. 

Fitur-fitur yang tersedia dalam aplikasi ini, diantaranya adalah kolom berita yang mengisahkan seputar PIMNAS. Tulisan berupa kisah kegiatan hingga karya-karya unik para peneliti yang tergabung dalam kompetisi PIMNAS, dapat dibaca dalam kolom yang kontennya diproyeksikan akan terus dikembangkan. 

Selain itu, tersedia pula fitur PKM Classes. Dalam fitur ini, tersedia daftar kelas tempat peserta PKM berkompetisi, petunjuk ruangan, hingga basecamp dan hotel yang ditempati masing-masing kontingen dari perguruan tinggi peserta kelas. Fitur tersebut juga akan dilengkapi dengan peta dan petunjuk arahnya. 

Disamping itu, fitur PKM Classes juga akan menyediakan live update yang memberi informasi atas kelompok atau kontingen mana yang belum, sudah, ataupun sedang melakukan presentasi saat itu juga. Semua data tersebut dilengkapidengan lokasi di ruang mana mereka melakukan presentasi. 

Guna menyebarluaskan perkembangan informasi seputar PIMNAS, aplikasi ini juga menghadirkan feature pengumuman lengkap dengan kemampuan Push Notification dalam aplikasi. Keberadaan push notification, membuat handphone yang telah menginstall aplikasi PIMNAS dapat berdenting atau bergetar jika ada pemberitahuan yang penting atau mendesak. Termasuk, pengingat atas jadwal presentasi mahasiswa atau kelompok 

Beberapa fitur pelengkap berupa informasi peta lokasi kegiatan, kontak nomor-nomor penting dan panitia, jadwal dan rundown acara, serta SSID untuk akses internet juga tersedia dalam aplikasi tersebut. Khusus unutk informasi peta lokasi kegiatan, Izzudin mengungkapkan bahwa pihaknya jug menyertakan simbol khusus pada masjid yang menggelar sholat Jum’at. 

Dengan demikian, para peserta yang tersebar di berbagai fakultas dan berbagai hotel takkan keliru memilih tempat ibadah layaknya musholla yang tidak menggelar Sholat Jum’at. 

“Dengan semua fitur tersebut, kami juga berharap bahwa kegiatan dan kampus juga punya aplikasi sendiri untuk menunjukkan bahwa digitalisasi benar-benar ada di segala lini. Kita sebagai institusi pendidikan tak boleh sekedar jadi pengguna. Tapi bisa menciptakan, sekaligus mengembangkannya bersama-sama,” pungkas Izzudin. 

Dari hasil gelaran PIMNAS yang telah berlangsung secara sukses baik penyelenggaraan maupun prestasi, Nur berharap bahwa segenap civitas UNY dapat belajar dan memetik hikmah positif. Khusus bagi mahasiswa, pengalaman ini bisa jadi ajang belajar yang luar biasa. Baik meneliti, maupun manajemen berorganisasi. 

“Termasuk, silaturahmi dan ketemu mahasiswa perguruan tinggi lain. Manfaatkan sebaik mungkin untuk saling mengenal, dan menunjukkan karakter UNY,” kenang Nur. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here