Tahun baru 2019 dimulai dengan visitasi progres, sejauh mana UNY sudah melaju selama setahun belakangan, sembari terus mendayung supaya ketercapaian idaman segera diraih. Bidikan asa tahun ini mengarah pada “peningkatan kelas” universitas menjadi PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum). Setelah sedekade silam UNY dinobatkan menjadi institusi pemerintah PK-BLU (Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum), sudah saatnya status dinaikkan dari BLU menjadi PTNBH.

Otonomi di bidang pendidikan dan pengelolaan sumber daya menjadi salah satu daya tarik dari status PTNBH. Universitas akan dituntut untuk lebih mandiri mengurus rumah tangganya daripada ketika menjadi BLU, dari segi kebijakan perguruan tinggi, sarana dan prasarana, maupun pembiayaan. Dengan menjadi PTNBH, UNY juga bisa lebih bebas membuka program studi baru secara independen, tanpa intervensi pemerintah pusat. Rektor berhak menandatangani SK sendiri, tak perlu menunggu setahun atau malah dua-tiga tahun bila rancangan program studi baru tersebut membutuhkan tambahan revisi. Universitas bisa lebih dinamis secara manajerial, dan ini berarti UNY bisa lebih “dewasa” dalam menentukan arah kiprahnya. Maka, menjadi PTNBH bukan hanya perkara posisi simbolis saja, tetapi juga sebagai modal untuk terus memajukan nama UNY, terutama di kancah internasional.

Akan tetapi, menjadi universitas PTNBH tidak mudah. Persyaratan yang ditetapkan pemerintah bagi perguran tinggi negeri yang ingin beralih status cukup ketat. Tercantum dalam Permendikbud Nomor 88 Tahun 2014 tentang Perubahan Perguruan Tinggi Negeri menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum, memperoleh akreditasi institusi A oleh BAN PT merupakan salah satu persyaratan wajib. Selain itu, PTN juga harus masuk sembilan peringkat nasional dalam publikasi internasional dan paten, mengantungi opini keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama dua tahun berturut-turut, serta meraih prestasi kegiatan kemahasiswaan di tingkat internasional.

Perolehan akreditasi institusi A yang sudah diraih UNY pada tahun 2016 menjadi modal primer untuk beralih ke level PTNBH. Oktober tahun lalu, UNY menjadi salah satu 500 universitas top di Asia, kemudian bertengger di peringkat 11 dalam klasterisasi perguruan tinggi tahun 2018 dari Kemenristekdikti. Perolehan ini tentu tak membuat UNY berhenti dalam mengeruk prestasi. Demi mencapai status PTNBH dan mengharumkan nama institusi di mancanegara, UNY terus berbenah. Segala dorongan prestasi digenjot, termasuk publikasi ilmiah dan paten para dosen. Terhitung November 2018, Science and Technology Index (SINTA) untuk karya dosen mencapai 591 artikel internasional terindeks scopus, dengan sitasi Google Scholar sebanyak 88407. Kini, sitasi scopus dosen UNY secara nasional merangsek angka 3000an. Dengan prestasi tersebut, ditambah dengan prestasi mahasiswa di level nasional dan internasional, peningkatan status institusi ke PTNBH bukan mustahil. Tentu, dengan dukungan perjuangan sekaligus komitmen segenap civitas akademika UNY sendiri, target-target asa baru UNY di tahun yang baru pula tak akan jadi isapan jempol belaka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here