Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI mengukuhkan dua pimpinan perguruan tinggi dan sembilan pejabat struktural Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (28/1). Berdiri di antaranya, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO yang resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Periode 2021-2025.

Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Periode 2021-2025 bersama para pejabat struktural Kemdikbud berdiri tegap saling menjaga jarak di Aula Ki Hajar Dewantoro, Kantor Kemdikbud Jakarta. Layar proyektor membentang di hadapan para pejabat sebagai media pelantikan oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim. Semenjak pandemi, sumpah jabatan pejabat lingkup Kemdikbud dilaksanakan secara virtual menimbang protokol kesehatan Covid-19. Setiap pejabat yang hadir terlebih dahulu dinyatakan negatif Covid-19 melalui tes swab antigen.

Melalui Siaran Pers Kemdikbud Nomor 011/sipers/A6/I/2021, Mendikbud menyampaikan
harapan supaya UNY yang dipimpin Sumaryanto lima tahun kedepan mampu mencetak tenaga pendidik dan tenaga profesional mumpuni. Bukan hanya unggul di bidang keilmuan saja, tetapi juga siap berperan sesuai profesi masing-masing menjadi anutan dan penyemai nilai-nilai moral dan budaya bangsa lewat pendidikan karakter.

Mendikbud menegaskan salah satu tugas pimpinan perguruan tinggi adalah menjamin terwujudnya penghargaan dan pelaksanaan nilainilai positif. Untuk itu, pendidikan
tinggi harus menuntaskan banyak pekerjaan rumah dalam rangka melaksanakan transformasi pembelajaran.

Sebagai respon terhadap perubahan ekonomi dan sosial yang melaju kian cepat, Kemendikbud senantiasa bekerja sama dengan seluruh perguruan tinggi meluncurkan program Kampus Merdeka sebagai bagian dari serangkaian Merdeka Belajar. Civitas akademika diharapkan mempersiapkan generasimandiri, salah satunya lewat kreativitas tinggi dan kemampuan berwirausaha. Pembelajaran dirancang berpusat pada mahasiswa sehingga memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan dirimenghadapi globalisasi.

“Dengan demikian, diharapkan mahasiswa akan lulus sebagai pribadi yang lebih kompeten, kreatif, inovatif, dan memiliki karakter kemandirian serta kewirausahaan yang kuat. Tentunya dibutuhkan komitmen dan kerja keras bagi para pimpinan perguruan tinggi dan seluruh civitas akademika, serta para pemangku kepentingan,” ungkap Mendikbud.

Sebagai penutup, Nadiem berpesan kepada seluruh pejabat yang baru dikukuhkan untuk mengemban tugas sebaik-baiknya. Juga sanggup mempertanggungjawabkan amanah yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa bagi kelangsungan pendidikan di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here