Kenalkan Kampus lewat Program Soft Skill

*Ilham Dary Athallah

 

Sebelum PKKMB, UNY punya program soft skill. Mengenalkan mahasiswa baru tentang keahlian dan kecakapan yang diperlukan dalam berkuliah.

 

—-

 

Masuk kuliah, layaknya diungkapkan Wakil Rektor III UNY Sumaryanto, bisa jadi sangat mengejutkan untuk sebagian orang. Jika ketika duduk di bangku SD hingga SMA siswa dilatih disiplin masuk sekolah pukul tujuh, kuliah punya jadwal yang lebih leluasa.

 

“Jadwal terpagi di beberapa jurusan dan fakultas saja bisa jam 07.30 atau jam 08.00 WIB. Banyak juga yang tidak punya kelas pagi, masuk siang terus,” imbuh Sumaryanto dalam ceramah Pembinaan Soft SkillKelompok Pertama SNMPTN di Auditorium UNY, Senin (08/07).

 

Keleluasaan tersebut di satu sisi memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi diri. Menyalurkan minat dan bakat dalam meneliti, ikut kegiatan kemahasiswaan, maupun pengabdian kepada masyarakat.

 

Namun, apabila tidak disikapi dengan bijak, ruang tersebut justru dapat menjadi celah bagi mahasiswa bermalas-malasan. Itulah mengapa sikap disiplin harus terus dijaga. Pembinaan Soft Skilldihadirkan kepada mahasiswa baru sebagai upaya menjaga bara kedisiplinan itu tetap terjaga.

 

“Tidak hanya kedisiplinan. Soft skillmengenalkan banyak keahlian dan kecakapan yang diperlukan dalam berkuliah. Kami harap adik-adik dapat memetik manfaat dari sini,” ujar Sumaryanto seraya menegaskan tujuan diselenggarakannya agenda tersebut.

 

Banyak Agenda

 

Sumaryanto menyebutkan bahwa  Pembinaan Soft SkillGelombang Pertama diikuti oleh mahasiswa baru jalur SNMPTN sejumlah 793 mahasiswa. Terdiri dari mahasiswa FIP 268 orang, FBS 300 orang, dan FMIPA 225 orang.

 

Seminggu berselang, Pembinaan Soft SkillGelombang Kedua digelar untuk mahasiswa jalur SBMPTN. Diikuti lebih semarak lagi dengan total 1.589 mahasiswa baru jalur SBMPTN dari seluruh fakultas di UNY. Rincian jumlah mahasiswa layaknya disebut Nurtanio Agus Purwanto selaku Ketua Pelaksana Pembinaan Soft SkillUNY; 279 Ilmu Pendidikan, 301 Bahasa dan Seni, 305 MIPA, 213 Ilmu Sosial, 226 Teknik, 152 Keolahragaan, dan 113 Ekonomi.

 

Selain ceramah di Auditorium, mahasiswa baru dalam rangkaian program soft skilljuga diwajibkan mengikuti pembinaan di unit fakultas masing-masing. Dalam rangkaian tersebut, mahasiswa juga akan diberi materi yang bersifat praktik dengan pemateri pimpinan UNY tingkat fakultas, jurusan, dan program studi.

 

Beberapa materi yang disampaikan dalam Pembinaan Soft Skillini contohnya manajemen waktu, etika perilaku mahasiswa, dan pengembangan karakter mahasiswa berbasis budaya lokal Indonesia. Selain itu, ada pula materi yang berfokus akademik layaknya kebijakan UNY menuju keunggulan, transformasi kehidupan kampus, pembinaan prestasi mahasiswa, peningkatan kesejahteraan mental mahasiswa, etika perilaku mahasiswa, dan pengembangan karir.

 

Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, mengatakan program pokok di UNY untuk mahasiswa baru adalah Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang akan dimulai pada awal tahun akademik. Pembinaan akan dilakukan tiga gelombang.

 

Gelombang pertama untuk mahasiswa yang lolos melalui jalur SNMPTN, digelar pada awal Juli. Menyusul pada gelombang kedua adalah mahasiswa baru jalur SBMPTN dilaksanakan 23-28 Juli 2018. Sedangkan, untuk pembinaan dan jalur Seleksi Mandiri pada 6-11 Agustus 2018.

 

Salah satu peserta, Ika Retno Wulandari dari prodi Psikologi merasa gembira dapat diterima sebagai mahasiswa baru UNY lewat jalur SNMPTN. Alumni SMAN 1 Banguntapan Bantul tersebut berharap agar yang didapat dalam PelatihanSoft Skillini dapat membuatnya lebih mengetahui kehidupan bermahasiswa dan belajar tentang leadership.

 

Harapan

 

Sutrisna mengungapkan bahwa  Pelatihan Soft Skillmerupakan program pra-mahasiswa untuk menyiapkan calon mahasiswa memasuki dunia baru perguruan tinggi.

 

“Selain PKKMB juga ada kuliah umum menghadapi era digital. Dalam masa penyiapan ini, juga akan dipaparkan bagaimana UNY ke depan hingga sampai hal-hal teknis seperti memanfaatkan waktu atau persiapan menghadapi dunia baru yang berbeda dengan masa SMA,” katanya.

 

Ia menaruh harapan bahwa PKKMB dapat menyiapkan calon mahasiswa memasuki dunia baru perguruan tinggi. Ia sebut sebagai dunia baru, karena memang saat ini sedang berlangsung perubahan zaman dan teknologi. Oleh karena itu, mahasiswa harus berubah, termasuk mampu dan cakap berdampingan dengan teknologi maupun memanfaatkan berbagai sarana yang disediakan UNY.

 

“Pendekatan belajar usia dewasa umur 18-23 tahun berbeda, sangatlah berbeda dengan usia di bawahnya. Akan lebih banyak pada student orientedatau learner orientedsehingga pembelajar sebagai subyeknya. Tugas dosen lebih banyak mengarahkan dan membangkitkan,” jelasnya.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here