Home LAPORAN UTAMA Ke Filipina Unjuk Estetika Sabet Lebih Selusin Emas 

Ke Filipina Unjuk Estetika Sabet Lebih Selusin Emas 

253
0

“Tim Karnaval UNY memberi kado istimewa. 13 emas, 3 perak, dan 2 perunggu digondol. Mereka menekuk lawan dengan menunjukkan karya artistik fesyen” 

Totalitas menyajikan atribut estetika pada gelaran karnaval dunia berujung hoki di negeri tetangga. Mereka, 13 cendekiawan muda, FT, UNY, itu tampil memukau di hadapan delegasi dunia. Tergabung di dalam Tim Karnaval dengan menunjukkan fesyen aneka rupa para juri akhirnya kepincut. Predikat juara umum World Art Camp Olympiade mereka sabet. 13 emas, 3 medali perak, dan 2 medali perunggu mereka bawa pulang sebagai hadiah mewah di penghujung Juli. 

Modal kreatif tim karnaval memang tak tanggung-tanggung. Totalitas mereka tunjukkan sebulan sebelum kompetisi digelar. Tepatnya pada 18-26 Juli 2018. Usaha keras tak mengkhianati hasil. Dapitan City yang masih masuk Provinsi Zamboanga del Norte itu menjadi tempat di mana tim karnaval berlaga, menyisihkan kompetitor dari belahan negara lain. 

 

Afif Ghurub Bestari, pembimbing sekaligus dosen Prodi Pendidikan Teknik Busana, berada di balik kesuksesan itu. Ia juga ditemani Kusminarko Warno, dosen FT, untuk turut mengantarkan tim karnaval berkontestasi di negara yang dekat dengan Sulawesi itu. Afif mengatakan perolehan medali terdiri atas sebelas kategori. 

Antara lain (a) The Best Design Costume Sketching, (b) The Best Booth Installation, (c) The Best Costume Photoghraph, (d) The Best Design for Bodyform Architecture, (e) The Best Costume Bodyform Architecture, (f) The Best Cooperation Team, (g) The Best Fashion Costume Photograph, (h) The Best Modeling Costume Performance, (i) The Best Technology Costume Production, (j) The Best Innovative Costume Design, (k) dan The Best Costume Illustration. 

 “Kalau medali perak yang diraih untuk bidang Displaying Photograph, Figure Sketching Carcoal, Acrylic Figure Painting, serta Design Costume Sketching dan Booth Photograph,” kata Afif. Jumlah perolehan itu ditambah dengan penghargaan khusus dari penyelenggara dengan predikat The Best Overall Multitalented Artist. Pemberian tersebut begitu prestisus bagi tim karnaval. Jarang negara-negara lain memperoleh serupa. 

Terdapat sepuluh negara yang ikut serta di dalam kompetisi bergengsi itu. Selain Indonesia, negara-negara seperti Turki, Myanmar, Thailand, Brazil, Mesir, Jepang, Amerika Serikat, Filipina, dan Belgia juga tak melewatkan kesempatan lomba unjuk esksistensi fesyen kultural-kontemporer. 

 Menurut Afif, olimpiade ini diselenggarakan tiap empat tahun sekali. Tahun ini adalah kali pertamanya digelar. Filipina ditunjuk menjadi tuan rumah perdana. “Tahun 2022 direncanakan akan di Thailand,” ungkapnya. 

 Afif menegaskan kunci utama yang perlu dipersiapkan tim karnaval agar total bersaing. Pasalnya, selama lomba, tim harus menunjukkan kreativitas tanpa batas dan kerja sama yang militan. Sinergi menjadi ruh terbesar di sana. Seperti manakala Bodyform Architecture. Tim harus membuat kostum di tempat selama dua hari tanpa jeda. Selama delapan jam perhari mereka harus konsentrasi penuh supaya karya yang ditampilkan maksimal. 

“Sedangkan bahan yang digunakan adalah lukisan mural terbesar di Gloria Fantasyland. Bahan pelengkap lainnya yang disediakan panitia dan baru diberitahukan hanya lima menit sebelum lomba dimulai,” tutur Afif. Waktu yang sangat singkat tapi tim harus bersiap. 

Afif mengenang saat mendampingi tim karnaval. Kala itu tim diharuskan membuat figure sketching. Modelnya diwartakan panitia. Hanya disediakan waktu setengah jam, menggunakan pensil serta alat lukis akrilik, tim harus mengerahkan segenap tenaga dan konsentrasinya secara maksimal. Di situ tim betul-betul memaknai esensi dikejar tenggat pada suatu kompetisi internasional. 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here