Home SOSOK Fajar Meirani, Peneliti Serba Bisa

Fajar Meirani, Peneliti Serba Bisa

42
0

Aktif di UKM Penelitian sekaligus UKM Kewirausahaan, riset yang ia telurkan begitu beragam multidisiplin. Tahun lalu saja, ia menggondol empat medali di Bangkok dan Kuala Lumpur. Penelitian yang berbuah prestasi tersebut menasbihkannya sebagai Juara 1 Mahasiswa Berprestasi UNY.

 

Bahasa ibu Fajar Meirani adalah Matematika. Itulah program studi yang ia dalami sejak menjadi mahasiswa FMIPA UNY di tahun 2016.

Namun pada Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) ke-30 yang diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia Makassar, Fajar naik ke panggung untuk mengambil medali emas presentasi justru tidak dengan penelitian seputar Matematika. Produk yang ditelitinya adalah “Abis Maca,” antiseptik bio-sprayer herbal yang punya fungsi menyembuhkan luka pada kulit.

“Seperti Betadine, antiseptik tapi herbal dari daun kersen,” ungkap Fajar.

Pengalaman Fajar tersebut hanya satu dari sekian banyak penelitian yang ditekuninya selama kuliah. Idenya tak melulu Matematika, tapi kolaboratif secara multidisiplin. Inilah yang menjadi keunikan Fajar setiap bertandang mempresentasikan penelitiannya. Di tengah tantangan zaman yang makin kompleks, Fajar menguasai segalanya.

 

Sudah Aktif Sejak SMA

Masih duduk di bangku sekolah menengah, Fajar sudah banyak makan asam garam kompetisi. Salah satu lomba yang paling awal dihadapinya adalah sayembara menulis artikel populer dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Fajar saat itu ditunjuk sebagai perwakilan sekolah sekaligus Banyumas.

Walaupun yang ditulis artikel populer, Fajar juga melakukan penelitian mendalam. Fajar menyambangi perpustakaan daerah begitu sering sampai akhirnya banyak membaca literatur. Dari situ, muncul ide agar perpustakaan yang sering dikunjunginya tersebut bisa memiliki desain arsitektur ciamik. Mirip di Amerika Serikat.

Diajukanlah ide tersebut dalam bentuk artikel populer. Ide yang berhasil menyabet gelar harapan satu saat final kompetisi dan presentasi dilakukan di Semarang.

“Itu pertama kali ikut lomba. Berarti meneliti literatur sampai arsitektur,” ungkap putri dari Sutoro dan Juniani itu.

Berkeinginan masuk di jurusan Teknik Industri, arahan dari orang tua dan guru kemudian mengantarkannya ke Matematika UNY. Langsung lolos tanpa tes melalui jalur SNMPTN Rapor.

Kelihaian meneliti kemudian ia lanjutkan sebagai seorang mahasiswa dengan sangat cepat. Karena sejak awal menjadi mahasiswa baru, Fajar sudah aktif di banyak organisasi dan kegiatan kepanitiaan (volunteering). Dari situlah ia bergabung dalam UKM Penelitian. UKM yang di dalamnya ada kakak tingkat yang telah ia kenal sejak lama.

“Mbak Rita Suryani (Mapres FMIPA 2016), waktu itu saya sudah kenal baik. Beliau sebagai kakak tingkat yang sudah saya kenal lama sejak SMA, mengajak gabung ke UKM Penelitian KSM FMIPA. Gabunglah saya,” ungkap Fajar

 

Aktif Mengusulkan Penelitian

Bergabung di UKM Penelitian bermakna dipertemukannya Fajar dengan orang-orang yang memiliki minat sama sepertinya. UKM itulah yang menginspirasinya aktif mengusulkan penelitian. Termasuk dalam penelitian produk spray “Abis Maca” yang ia peroleh idenya dari sesama teman sekelas.

Walaupun awalnya ia belum mahir, namun jurnal demi jurnal ia baca untuk menemukan cara pembuatan spray tersebut. Fasilitas Laboratorium Kimia di FMIPA kemudian dimanfaatkannya untuk membuat produk. Dukungan dari Pujiono selaku Dosen FMIPA yang menajdi pembimbing, mengantarkannya bersama rekan setim menjadi juara.

“Padahal coba-coba dan waktu diterima (proposal PKM), baru kita mulai pembuatannya. Termasuk uji laboratorium yang ditanyakan,” ungkap Fajar.

Kemampuan kolaborasi juga mengantarkannya menulis esai kearifan lokal dengan Asyif Afludin, Juara 3 Mahasiswa Berprestasi FIS. Padahal, di kelas ia tak mempelajari tentang kearifan lokal.

“Tapi saya menguasai sistematika penulisan, ikut bantu Asyif menulis,” kenang Fajar.

Prestasi tersebut kemudian mengantarkannya untuk ikut dalam kompetisi Mahasiswa Berprestasi. Ia memperoleh dorongan dari Jurusan untuk mengikuti seleksi di tingakat Fakultas. Pengumpulan CV, karya tulis, sampai presentasi melalui Skype ia lakukan karena sedang mengikuti kompetisi di Thailand.

Hasil kemudian tak mengkhianati usaha. Ia muncul sebagai juara pertama dan berhak mewakili UNY di tingkat nasional. Saat ini, ia berupaya membagi waktu untuk menyiapkan dan mengikuti kompetisi di akhir pekan. Pada hari biasa, ia menjalani kegiatan kuliah biasa.

“Saat ini sedang menunggu pengumuman 15 besar Mapres Nasional. Saya selalu berharap dan berjuang yang terbaik, jangan takut bermimpi besar karena ada yang Maha Besar. Usaha dan jadikan segala hal sebagai pembelajaran,” pungkas Fajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here