Home LAPORAN UTAMA Di Jepang, Garuda UNY Melaju Pesat

Di Jepang, Garuda UNY Melaju Pesat

156
0

Prestasi kembali dipetik para penunggang garuda asal Karangmalang. Di Jepang, mereka memetik Penghargaan JAMA Award. Juga meneguhkan status sebagai mobil tercepat, diantara universitas-universitas se Indonesia.

Pada siang terik di Ecopa Stadium Shizuka Jepang, Selasa (11/09/2018), mentari sudah bertengger tepat di atas ubun-ubun. Namun, tetap ada yang sedang melaju pesat dari ufuk timur, seakan hendak terbit dan bersinar.

Pada guratan yang tampak terlesat ke-21 kali, ternyata yang muncul adalah sang garuda. Ditunggangi putra-putri kebanggan Karangmalang, tim formula bertajuk Garuda UNY Racing Team (GURT) itu berhasil menjadi yang terdepan diantara kampus-kampus se-Indonesia. Menaklukkan UGM (26), ITS (60), UNS (69), UI (79), dan UII (89). Naiknya peringkat UNY ke 21, dari semula 43, tentu saja menjadi capaian yang membanggakan.

“Total menempati urutan 21 yang merupakan urutan teratas dari 6 tim yang dikirimkan Indonesia dalam kompetisi tersebut,” terang Zaenal Arifin dosen sekaligus pembimbing Tim Garuda UNY. Zaenal juga mengungapkan bahwa tim yang dibimbingnya juga memperoleh penghargaan JAMA Award, sebagai tim dengan Technical Inspection dan dokumen tanpa penalti dan delay, serta lolos endurance

Dipersiapkan Matang Sejak Lama

Selepas tim Garuda UNY pulang dari London pada Juli lalu, persiapan telah dilehat dengan begitu matang. Mobil berderu tanda dipanaskan dan diasah, dengan lintasan Stadion Maguwo menjadi medan percobaannya. Menurut Fauzi Achmad Prapsita, salah satu penunggang garuda UNY, kemenangan pada bulan Maret (Shell Championship tingkat Asia di Singapura), hingga ajang di Jepang lalu, menurut Fauzi bukan akhir dari perjalanan.

Agenda rutin latihan yang dilakoninya bersama kawan-kawan sejak persiapan lomba menuju ke SIngapura, justru berlangsung lebih intens. Mobil baru tiba di Indonesia selepas perjalanan kargo sekitar awal Mei. Menginjak awal puasa, Fauzi dan kawan-kawan tak terhalang untuk latihan kembali. Baik tim urban layaknya yang diikuti Fauzi kala bertandang ke London, maupun tim formula yang dilombakan kala mengikuti pertandingan di Jepang.

“Jadi puasa kami tetap berlatih. Walaupun jika dihitung-hitung, hanya 10 hari latihan. Karena setelah itu, mobil dikirim kembali ke London. Harus dikirim agak lama, karena kargo,” kenang Fauzi. Saat lebaran, Fauzi mengungapkan bahwa ia sebagai driver hanya ditugaskan menjaga kebugaran tubuh. Hal tersebut tetap dilakoninya di sela-sela libur lebaran, kala berkunjung ke rumah keluarga dan saudara di Gunungkidul dan Klaten.

Stadion Maguwoharjo dan Stadion Sultan Agung, kala berlatih menjadi pilihan tim GURT untuk menjajal mobil urban tersebut. Kemampuan manuver kala berbelok hingga menjaga stabil kecepatan kendaraan, terus dipupuk dalam diri Fauzi. Sama sekali tak ada rasa debar dalam dada, kala pertandingan maupun berlatih. Tak terkecuali di Singapura, dan juga di London pada akhirnya. Menunjukkan keberanian, hingga jam terbang yang tinggi.

“Awalnya tentu, tetap pernah grogi. Terlebih waktu pertandingan pertama kali di Kenjeran Surabaya (KMWE 2017), dimana saya didapuk sebagai driver. Tapi saya sudah lama ikut GURT, dan waktu SMK juga ambil Teknik Otomotif. Hobi masa kecil juga memodifikasi sepeda. Sehingga saya telah lama akrab dengan sepeda,” kenang Fauzi yand diterima sebagai mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif UNY lewat jalur SNMPTN.

Semua hasil latihan tersebut, kemudian dilengkapi dengan pesan dan dukungan langsung dari lapangan yang diberikan Rektor UNY, Prof Sutrisna Wibawa, kepada Fauzi dan seluruh delegasi, untuk menjaga kesehatan selama berkompetisi. Wakil Rektor I UNY, Prof. Dr. Margana, M.A. juga berpesan kepada tim untuk menjaga semangat dan sportivitas selama bertanding. “Hasil akhir telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Kita sebagai umat hanya dapat melakukan yang terbaik,” pesan beliau.

Tak hanya itu, pesan dan nasihat turut disampaikan oleh Wakil Rektor II UNY, Prof. Dr. Edi Purwanta, M.Pd. “Kepercayaan diri dan doa adalah kunci utama, harus dijaga betul. Allah akan membimbing. Target utama kita adalah juara di samping dikenal dunia. Adik-adik bisa dikenal dunia sehingga nama universitas makin naik. Menjadi mahasiswa UNY tidak perlu minder. Adik-adik sedang mewujudkan hal itu,” ujarnya saat acara pelepasan delegasi pada hari Minggu (26/08)

Rombongan pada perlombaan di Jepang kali ini, berangkat pada 1 September 2018. Semua anggota tim yang tidak berangkat pun tetap menjaga kekompakan dan mendukung anggota tim yang berangkat agar dapat melaksanakan kompetisi dengan lancar. Sore tadi, pukul 15.00 WIB tim berangkat menuju bandara dan besok sampai di Jepang pukul 11.00 waktu setempat.

. Dosen pembimbing sekaligus Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Teknik UNY, Dr Ir Zainal Arifin MT mengatakan, mobil FG-18 memiliki spesifikasi berbeda dari generasi sebelumnya.”Bobot mobil ini semakin ringan yakni 209 kilogram, dengan dimensi lebih ramping,” kata Zainal, Minggu (26/08).

Menurut Zainal, untuk pembuatan badan kendaraan dan manufaktur komponen dibuat sendiri oleh mahasiswa, dengan memanfaatkan fasilitas di kampus. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk pembelajaran dan pengalaman untuk mahasiswa dalam pengembangan teknologi.

“Hal ini penting, karena sebagai bentuk pengembangan jaringan dengan dunia internasional sebagai bahan perbandingan dan pembelajaran untuk mereka ke depan,” jelasnya.

Di SFJ 2018 merupakan kali keempat bagi tim Garuda UNY. Pada even kali ini mobil FG-18 dilengkapi speedsensor dan traction control. Sedangkan kekuatannya menggunakan mesin single cylinder 600cc. Kecuali itu, desain badan, kerangka, serta bagian kendaraan lainnya menggunakan komponen baru.

Pada SFJ 2018, terdapat 7 kategori perlombaan dari Static Event dan Dynamic Event. Pada Static Event, kategori lomba yakni Business Logic Plan, Design Report, dan Cost Report. Semua hal tersebut akan masuk dalam rincian penilaian, yang juga meliputi penilaian dynamic event layaknya cceleration, efficiency, sampai endurance.

“Alhamdulillah, UNY bisa menempati peringkat 21 dari 109 tim yang berasal dari 8 negara. Dari urutan itu, UNY menjadi yang teratas dari peserta lain dari Indonesia, seperti UGM yang berada di urutan 26, ITS urutan 60, UNS urutan 69, UI urutan 79, dan UII urutan 89,” kenang Zainal

Sempat Dihadang Badai

Walaupun sudah mempersiapkan segalanya, namun Zainal tetap menekankan bahwa takdir dan pencapaian adalah hak dan keputusan semata. Di Student Formula Jepang (SFJ) 2018, mobil Formula Garuda-18 (FG-18) milik tim Garuda Universitas Negeri Yogyakarta (GUT) sempt batal berlaga.

Sebab, Typhoon (Badai Taifun) yang menerjang beberapa wilayah di Jepang cukup mengganggu pelaksanaan lomba. Diungkapkan advisor sekaligus dosen pembimbing tim Garuda UNY, Dr Ir Zainal Arifin MT, semua peserta tidak bisa melanjutkan perlombaan karena kondisi yang tak memungkinkan.

“Semua tim hanya baru menyelesaikan registrasi dan kemarin semua kegiatan teknis postponed (ditunda),” ungkapnya kepada KRjogja.com lewat sambungan WhatsApp, Rabu (05/09).

Tidak hanya tim Garuda UNY saja, semua peserta SFJ 2018 harus menghentikan aktivitas lomba. Oleh karenanya pertandingan dilanjutkan pada Rabu ini. Tim Garuda UNY sendiri akan melakukan techincal inspection guna persiapan Static Event. “Mudah-mudahan hari ini sudah normal dan kita bisa melanjutkan tugas,” kata Zainal.

Even SFJ 2018 yang digelar tanggal 4-8 September 2018 di Sirkuit Shizuoka ini terpaksa dihentikan pada Selasa (04/09), karena cuaca tidak memungkinkan akibat Badai Taifun. Di beberapa wilayah di Jepang, badai tersebut mengakibatkan kerusakan bangunan dan menenggelamkan Bandara Kansai di Osaka.

Namun, mobil andalan tim yang diberi nama FG-18 tersebut telah siap dalam gudang di Hamana, Jepang, dan juga merumput di stadion. Mobil tersebut merupakan hasil dari keringat mahasiswa Fakultas Teknik UNY. Pembuatan mobil sendiri dimulai sejak awal tahun 2018 ini. Seiring dengan pengoptimalan yang terus dilakukan Garuda UNY Racing Team juga terus berlatih untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Beruntungnya, hanya penundaan yang dihadapi kompetisi tersebut. Pada Rabu (05/09), situasi telah kondusif. Perlombaan dilanjutkan. Hasilnya, meluncurlah mobil tersebut hingga ke peringkat ke-21. Seakan-akan terbit dari timur, menuju garis finish yang ada di sebelah barat.

Dalam Bussiness Logic Plan, UNY menempati urutan 13. Sedangkan dari design report presentation UNY menempati urutan 43

Atas pencapaian tersebut, Rektor UNY Sutrisna Wibawa mengatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim dengan dukungan dosen pembimbing dan pimpinan.

Sejumlah proses telah dilalui untuk bisa berlaga di race, karena selain pemeriksaan teknis, para mahasiswa yang berlomba juga harus mempresentasikan pertanggungjawaban akademik karya yang mungkin lebih dari ujian skripsi.

“Diharapkan karya ini dapat dinilai setara skripsi dengan proses penulisan laporan secara individu karena skripsi merupakan tugas individu,” kata Rektor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here