Cakap Bahasa Inggris lewat Tutorial dan Tes ProTEFL

*Ilham Dary Athallah

 

Dunia akademik kini terhubung seakan tanpa sekat batas negara. Riset kolaboratif hingga rujukan jurnal dan buku teks asing menjadi makanan sehari-hari. Itulah mengapa kemampuan Bahasa Inggris wajib diuji dan dikenalkan sejak berstatus mahasiswa baru.

 

—–

 

Komunikasi Bahasa Inggris mutlak perlu dikuasai civitas akademika. Statementini ditegaskan Margana selaku Wakil Rektor I UNY kepada para mahasiswa baru jalur SNMPTN di Auditorium, pada Selasa (09/07). Bukan semata karena dirinya merupakan dosen bahasa Inggris.

 

Tapi murni karena kebutuhan zaman, dimana Bahasa Inggris dijadikan parameter untuk pencapaian akademik dan karir. Belajar ke luar negeri misalnya, perlu bahasa Inggris. Membagikan pemikiran dan mengembangkan ilmu pengetahuan, serta perlu menulis artikel jurnal yang memakai bahasa Inggris. Begitu pula dalam mencari pekerjaan atau mendapatkan visa.

 

“Ingin sukses dalam karir Anda? Harus mahir bahasa Inggris. Ini keniscayaan dalam Revolusi Industri 4.0,” ungkap Margana seraya mewanti-wanti mahasiswa UNY meningkatkan kemampuannya berbahasa Inggris.

 

Oleh karena itu, dalam rangkaian soft skillbagi Mahasiswa Baru, tutorial Bahasa Inggris menjadi salah satu agenda. Harapannya, mahasiswa dapat memenuhi target yang telah ditetapkan universitas, yaitu skor minimal 425 untuk mahasiwa bukan prodi Bahasa Inggris dan skor 500 untuk prodi Bahasa Inggris. Skor tersebut bersifat wajib dicapai mahasiswa UNY sebagai prasyarat yudisium karena tercantum dalam Peraturan Akademik UNY.

 

“Kalau Bahasa Inggris belum bisa, akan ada rintangan dalam kegiatan pembelajaran. Ini perlu segera kita latih. Dan oleh karenanya, menjadi peraturan akademik universitas,” imbuh Margana.

 

Agenda Pelatihan dan Tes

 

Salah satu peserta di hari Selasa (09/07), Adila Khairunisa dari Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa baru untuk mengetahui kemampuan berbahasa Inggrisnya.

 

Namun, belum seluruh mahasiswa memperoleh pelatihan tersebut. Layaknya agenda soft skillyang lain, UNY membagi mahasiswa dalam gelombang-gelombang pelatihan secara bertahap. Kegiatan tutorial pada hari itu diikuti oleh 518 orang mahasiswa yang terbagi dari 237 mahasiswa Fakultas Teknik, 132 mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan, dan 149 mahasiswa Fakultas Ekonomi.

 

“Sisanya sudah minggu lalu, atau menyusul besok Kamis (11/07), dan minggu depan,” ungkap Sumaryanto selaku Wakil Rektor III UNY.

 

Agenda tutorial tersebut menjadi rangkaian kewajiban mahasiswa baru dalam tes ProTEFL. Tes tersebut semcam tes TOEFL yang diciptakan secara mandiri oleh UNY. Untuk mendukung pembelajaran, materi ProTEFL telah disediakan secara daring.

 

“Jadi, di rumah juga bisa dipelajari karena belajar bahasa tidak bisa sekali ikut kelas langsung bisa,” imbuh Sumaryanto.

 

Di dalam pelatihan, dikenalkan terlebih dahulu seputar organisasi Pusat Pelayanan dan Pengembangan Bahasa (P3B) UNY, lengkap dengan penekanan atas mengapa bahasa inggris perlu dikuasai mahasiswa. Tuntas pengenalan, materi dilanjutkan dengan pembelajaran yang lebih teknis. Mulai dari grammar, reading, sampai tipsmengerjakan Listening Section.

 

Selepas pelatihan tuntas, maka tes ProTEFL akan diselenggarakan UNY secara bertahap. Akan ada pemberitahuan dari P3B terkait kapan tes diagendakan. Setiap mahasiswa memiliki jatah sekali mengikuti tes secara gratis dan hasil dari tes tersebut akan dibuatkan sertifikat resmi.

 

“Jadi, diajari komplit menulis, membaca, dan mendengarkan bahasa Inggris. Setelah itu ikut tes. Harapannya, bahasa Inggris segera dikuasai para mahasiswa,” pungkas Yuyun Yulia, Dosen Universitas Sanata Dharma yang menjadi salah satu pengisi tutorial bahasa Inggris.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here