Selamat berjumpa kembali pembaca Pewara Dinamika yang budiman. Dimulainya segala aktifitas dan rutinitas tahun ajaran baru menambah semangat tim redaksi untuk menyapa sekaligus menghidangkan laporan dan berita seputar agenda kerja UNY. Adalah sebuah kebahagiaan bagi kami selalu menghadirkan tema-tema terbaik setiap bulannya untuk dibaca dan dinikmati sidang pembaca sekalian.

Bulan September Ceria dipenuhi dengan euforia awal masuk kuliah bagi mahasiswa. Semangat di awal ajaran baru ini tak ubahnya memotivasi jajaran Senat UNY untuk segera memproklamirkan hasil pengajuan predikat Doktor Honoris Causa bagi Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tepat pada peringatan Maklumat 5 September, Ngarsa Dalemresmi meraih gelar Doktor Honoris Causa di bidang Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Budaya.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX mendengungkan bergabungnya Ngayogyakarta Hadiningrat ke NKRI pada 5 September 1945. Pada 74 tahun kemudian, momen peringatan peristiwa sejarah yang istimewa ini dipilih oleh Rektor UNY, Sutrisna Wibawa sebagai bukti bahwa generasi penerus tetap berupaya mengisi kemerdekaan dengan semaksimal mungkin. Salah satunya melalui contoh yang diteladankan Sri Sultan HB X dalam memaknai pendidikan berbasis kebudayaan.

Laporan utama edisi September ini mengulas tuntas peran dan sumbangsih Sri Sultan HB X mewujudkan pendidikan khas kejogjaan yang diawali dengan landasan ideal hamemayu hayuning bawanadan sangkan paraning dumadI. Dalam orasinya, Ngarsa Dalemmenekankan kedua nilai budaya tersebut harus senantiasa dijaga dengan melibatkan kraton/kaprajan, kampus, dan kampung (3K). UNY sebagai bagian dari aktor 3K turut berperan mengakarkan sistem pendidikan khas kejogjaan pun serentak menyebarkan semangat keindonesiaan lewat moto leading in character education.

Masih tentang penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa Sri Sultan HB X, redaksi melakukan wawancara khusus dengan GKR Hemas yang mengakui bahwa pendidikan karakter sudah ditekankan Ngarsa Dalem sejak dalam lingkup keluarga. Pada edisi ini pula, kami perkenalkan sang promotor pengukuhan Doktor Honoris Causa Sri Sultan HB X: Suminto A. Sayuti, seorang profesor eksentrik yang dekat dengan mahasiswa. Serta masih banyak lagi ramuan sajian yang tidak boleh dilewatkan pembaca edisi September ini.

Akhirnya, dengan segala rasa syukur, tim redaksi Pewara Dinamika mengucapkan selamat atas penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa Sri Sultan HB X. Dengan harapan, Pendidikan Karater Berbasis Budaya yang dicanangkan Ngarsa Dalemmewujudkan Indonesia yang bukan hanya sekadar “Macan Asia”, tapi kian melesat menjadi “Garuda Dunia”. Tabik!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here