Home LAPORAN UTAMA Abdul Halim Iskandar M.Pd Menteri Desa/PDTT – Majukan Desa Lewat Pendidikan

Abdul Halim Iskandar M.Pd Menteri Desa/PDTT – Majukan Desa Lewat Pendidikan

147
0

Majukan Desa Lewat Pendidikan

Abdul Halim Iskandar M.Pd – Menteri Desa/PDTT

 

 

Hadir di Studium General UNY pada Sabtu (04/12) siang, Menteri Desa/PDTT Abdul Halim Iskandar, M.Pd menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam pembangunan desa. Tak terkecuali sinergi dengan UNY, karena sebagai lembaga pendidikan tinggi keguruan UNY mempunyai banyak program pemberdayaan kepada masyarakat desa.

 

Kepada Redaktur Pewara Dinamika, Ilham Dary Athallah, Abdul Halim Iskandar M.Pd selaku Menteri Desa/PDTT berkisah tentang idenya tersebut. Termasuk, pengalamannya mempraktikkan ide tersebut di masa kuliah. Sebagai alumni Filsafat dan Sosiologi Pendidikan Angkatan 1987 di kampus yang dulu bernama IKIP Karangmalang ini.

 

 

Kenapa penting bagi UNY untuk ikut melakukan program pemberdayaan masyarakat desa?

 

Saya tahu betul UNY punya banyak kegiatan di desa-desa,  _wong_ saya sendiri ikut. Tadi Pak Rektor (Prof. Sutrisna Wibawa) menyampaikan, UNY sekarang punya program KKN (Kuliah Kerja Nyata), PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan), dan PPM (Program Pengabdian Masyarakat). Itu saya juga sempat mengikuti waktu zaman kuliah.

 

Terlebih lagi, dalam konteks pemberdayaan. Saya melihatnya kampus itu sebagai Lembaga yang sudah berdaya. Sedangkan desa ini posisinya masih tertindas. Namanya saja Pembangunan Daerah Terdepan Terluar. Makanya tugas pemerintah memberdayakan. Bersama-sama dengan perguruan tinggi seluruh Indonesia.

 

Cara kampus memberdayakan desa?

 

Ada banyak. Kampus bisa menyediakan teknologi tepat guna, menyusun sampai mengeksekusi program-program kerja unggulan desa, sampai mengajarkan skill. Ini yang punya kan kampus. Misal skill Bertani yang efektif dan skala besar.

 

Saya ingin apa yang dilakukan UNY maupun perguruan tinggi lainnya, harus bersinergi lintas Lembaga. Dan saya yakin ketika kampus ikut serta memberdayakan masyarakat desa, dampaknya luar biasa. Kampus bisa ikut menyiapkan program dana desa, membangun daerah baru pemukiman, fasilitas baru dari pemerintah, membentuk revitalisasi model pembangunan, meningkatkan sumber daya manusia, dan banyak lainnya.

 

Kita ingin di perguruan tinggi-perguruan tinggi tertentu yang masuk di dalam kehidupan desa. Berkaryalah para mahasiswa di dalam desa. Tak menutup kemungkinan kalau anda berasal dari desa.

 

Dan jangan lupa, didokumentasikan serta dievaluasi juga praktik yang ada di desa. Yang baik dijadikan best practice, yang belum baik diberi penanganan dan menjadi studi kasus. Semua anak, apalagi yang vokasional Diploma 1 atau Diploma 2, akan bisa melakukan ini. Ilmunya applicable.

 

 

Terkait program Kuliah Kerja Nyata yang tadi sempat bapak sebutkan. Bagaimana bayangan bapak integrasi dan sinergi dilakukan? Apa yang berubah dari KKN?

 

Dari perguruan tinggi termasuk UNY adalah KKN Tematik itu memang sangat kita harapkan karena memang nanti kita akan konsen bersama-sama terpadu tersistematisir sehingga kedatangan mahasiswa dari UNY, dari perguruan tinggi lain ke suatu lokasi yang sudah kita teliti betul, itu langsung match dengan kebutuhan masyarakat. Bukan hanya untuk jangka pendek pada saat KKN tapi juga untuk jangka menengah.

 

Kita ada, jadi dana desa itu boleh dipake untuk ada bencana, darurat, ada aturannya sudah kita atur sejak lama dan memang tidak bisa tidak, desa-desa kita ini ada 40.000 desa yang dikategorikan rawan bencana oleh BNPB.

 

Oleh karena itu, Kementerian Desa, kita membangu sinergi dengan perguruan tinggi se-Indonesia untuk bersama-sama melakukan percepatan pembangunan desa. Sudah jalan ya sesuai dengan apa yang sudah disepakati antara kementerian dengan perguruan tinggi nah memang untuk 2020 ini kita perbanyak lagi jumlah perguruan tingginya.

 

Bidang kerjasamanya luas. Misalnya peningkatan sumber daya manusia, urusan pendampingan misalnya dari perguruan tinggi yang ada fakultas kedokterannya, pendampingan kesehatan masyarakat. Bagian teknologi tepat guna ya termasuk program-program unggulan di desa. Misalnya ada desa pertanian, nah disitu butuh sekali dukungan, desa pesisir, banyak.

 

Dalam kapasitas sebagai alumni UNY, bagaimana kiat untuk bersinergi menyukseskan pembangunan desa?

 

Untuk mendukung hal tersebut, ini perlu peran serta kita semua. Termasuk sebagai Alumni UNY. Makanya, kita semua perlu hadir bersama-sama dan untuk menyusun program, memikirkan ke depan bagaimana peran kita untuk berkontribusi pada negara, sehingga kita punya tanggung jawab secara sosial dan tanggung jawab di bidang masing-masing untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terutama di bidang pendidikan dan pendidikan memiliki kontribusi yang utama untuk mengembangan SDM.

 

Karena itu, saya kira kontribusi ditunggu oleh masyarakat. Alumni UNY sudah ditunggu kehadirannya di tengah masyarakat!

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here